Saat Teduh yang menguatkan

Hal yg menarik terjadi pada kami bbrp hari ini. Dimulai dari khotbah pendeta hari Minggu kemaren di Gereja Duta Injil di Mal Ambasador. Pendeta yg menyampikan khotbah, entah kenapa membuat kami jadi lebih berpikir mengenai apa yg sedang kami lakukan dalam penyembuhan Joan.

Inti dari khotbah itu sebenarnya sederhana: berkat Tuhan, termasuk berkat penyembuhan, sebenarnya sudah tersedia bagi kita. Kita, sebagai umat Kristen, sudah diberikan otoritas atas berbagai masalah, termauk sakit-penyakit. Masalahnya adalah, apakah kita sudah menyelaraskan diri kita dengan keinginan Tuhan. Ketidakselarasan itu yg membuat kita tidak bisa menggunakan otoritas kita.

Konsep ini sebenarnya sudah pernah aku baca di salah satu booklet, waktu lagi nungguin Joan di ICU. Intinya, penyembuhan sebenarnya sudah ada. Tapi kita yg belum menyerahkan diri sepenuhnya, atau belum menyelaraskan diri sepenuhnya dengan berkat Tuhan, sehingga berkat itu jadi seperti “terhalang”.

Masalahnya, kami jadi bertanya2. Bukankah berkat itu (termasuk penyembuhan) adalah karunia dari Tuhan? Berkat Tuhan kita dapatkan bukan krn apa yg kita buat, tapi krn memang kasih karunia dari Tuhan. Justru krn kita menerima karunia tsb, makanya kita jadi terdorong untuk menjadi lebih baik dan sedekat mungkin dengan kesempurnaan Kristus.

Menurut si Pendeta yg menyampaikan khotbah (aku lupa namanya), kita seharusnya tidak perlu “merengek-rengek” pada Tuhan dalam doa untuk menyelesaikan masalah2 kita, krn kita sudah punya otoritas untuk “mengusir” masalah2 itu. Jadi, dimana kekuatan doa?

Kalau dihubungkan dengan Joan, apa berarti doa kami selama ini sia2? Apa berarti kami yg sebenarnya selama ini tidak sadar bahwa kami punya otoritas untuk mengusir penyakit Joan? Apa berarti kami yg sebenarnya “masih punya kesalahan” sehingga tidak bisa menggunakan otoritas itu?

Tapi sepertinya Tuhan menjawab kebingungan kami. Tiga hari berturut dalam Saat Teduh kami seperti diberikan jawaban.

Saat Teduh hari Senin 12 Apr, dengan ayat Yakobus 5:13-16, berkisah tentang doa. Saat Teduh hari Selasa 13 Apr, dengan ayat Yesaya 30:15-21, berkisah tentang penyerahan diri sepenuhnya pada Tuhan dan menyerahkan diri sepenuhnya dalam tuntunan tangan Tuhan. Saat Teduh hari Rabu 14 Apr, dengan ayat Yohanes 14:1-14, berkisah tenang janji Tuhan bahwa Tuhan selalu memberikan penghiburan dalam semua masalah kita. Tuhan tidak pernah mengatakan bahwa kita tidak akan punya masalah dalam dunia ini, justru kita akan mengalami banyak masalah. Tapi Tuhan akan selalu memberikan kekuatan dan penghiburan bagi kita.

Tuhan sepertinya menjawab kebingungan kami. Kami tetap harus menyerahkan diri kami sepenuhnya pada Tuhan. Walaupun masalah sakit Joan sangat berat, tapi kami harus yakin dan percaya bahwa Tuhan akan tetap memberikan penghiburan dan kekuatan bagi kami untuk melewatinya. Kesembuhan Joan ada di tangan Tuhan, dan kami akan setia menyerahkan hidup kami pada Tuhan, walaupun mungkin tidak sesuai dengan rencana kami. Dan yang paling penting, kami tidak akan pernah meninggalkan doa2 dan permohonan kami.