Perjalanan ke Singapura: Hari pertama

Ini catatan perjalanan aku dan Eva ke Singapura, untuk mengikuti training Glenn Doman, yang ditujukan untuk orang tau dengan anak yang Brain Injured atau cacat otak.

Hari pertama adalah hari perjalanan kami ke Singapura. Kami naik AirAsia jam 6.55, jadi kami udah bangun sejak jam 4 pagi dan berangkat jam 5 pagi. Joan terbangun sebelum kami berangkat, jadi kami berdoa sama-sama dulu, dan peluk-peluk dia biar dia ngga ngomel atau kangen. Ternyata dia ngomel sebentar hanya karena terbangun, dan setelah itu senyum-senyum 🙂

Kami tiba di Airport sekitar jam 5.30, dan langsung ke counter AirAsia di Terminal II D. Setelah check in, kami ngurus bebas fiskal sebentar (cukup menunjukkan fotokopi NPWP dan fotokopi Kartu Keluarga), trus langsung ngurus imigrasi. Setelah itu, kami ke salah satu lounge pakai kartu Citibank Platinum nya Eva, yang bisa meng-cover kami berdua. Lumayan untuk sarapan.

Sekitar jam 6.15, kami ke gate, dan ngga lama udah langsung boarding. Agak telat tapi berangkatnya, karena ada 1 penumpang yang telat. Kami naik Airbus A320, jadi lumayan juga space nya. Sepanjang penerbangan sih kami banyakan tidur, soalnya ngantuk juga krn bangun pagi banget.

Kami tiba di Singapura sekitar jam 9.30 di Terminal 1. Aku kira tadinya kami bakalan mendarat di Budget Terminal. Ternyata setelah kami cek, hanya Tiger Airways yang pakai Budget Terminal. Setelah melewati Security Check dan Imigrasi, kami langsung ambil bagasi dan naik taksi ke Grand Copthorne Waterfront Hotel. Karena belum jam cek-in (masih sekitar jam 11), kami hanya registrasi saja dan titip koper di concierge. Trus kami datang ke lokasi training, mau liat-liat dulu lokasinya. Ternyata di sana ada tulisan bahwa registrasi akan dimulai jam 2 siang, sementara di email yang kami dapat disebutkan jam 4 sore. Jadi, kami sepertinya hanya punya waktu untuk makan siang aja.

Kami ngga ada liat mall di sekitar hotel, jadi kami nanya ke bagian tourism di hotel dimana MRT station terdekat, supaya kami bisa bergerak lebih bebas. Ternyata MRT terdekat adalah Clark Quay, dan dia bilang kami bisa jalan menyusuri Singapore River, atau bisa naik bis. Krn mengira jaraknya dekat, akhirnya kami pilih jalan. Berhubung ngga biasa jalan kaki, apalagi panas terik, kami akhirnya menyerah di tengah jalan, setelah jalan kurang lebih 20 menit. Itupun Central Plaza (lokasi Clark Quay MRT) masih terlihat jauh 🙂 Kami jadinya nyari restoran terdekat, dan karena yg sepertinya cocok cuman Bakerzin, kami makan siang di sana. Setelah itu, langsung balik ke hotel, jalan kaki lagi 🙂

Sewaktu datang ke lokasi training untuk registrasi sekitar jam 2, ternyata ngga ada orang. Akhirnya aku telpon ke Katherine dari GD Baby, perwakilan Glenn Doman di Singapore. Ternyata memang sesuai dengan email yang kami dapat, pendaftaran mulai jam 4 sore 🙂 Jadinya kami balik ke kamar, istirahat. Aku juga sempat ngecek peta pake StreetDirectory, daripada kayak tadi siang lagi, nyasar 🙂 Yang penting-penting aku cari: gimana caranya ke Clark Quay MRT (naik bis nomor 51, ada 5 stop, ternyata jauh juga), gimana caranya balik ke hotel (sama, naik bis nomor 51, tapi harus agak jalan dikit dari Central Plaza), gimana caranya ke IKEA di Alexandra Road (karena kami mau liat2 pernak-pernik rumah), dll. Kali ini ngga nyasar deh 🙂

Sekitar jam 4 kami datang lagi ke bagian registrasi, dan di sana udah ada Katherine dan Hernita (perwakilan GD Baby di Indonesia). Setelah ngambil map training dan name tag, kami ikut briefing dengan staf Glenn Doman. Ada bbrp orang staff, kami di briefing oleh Yukie, salah seorang staf The Institutes for the Achievement of Human Potential (IAHP), lembaga yg didirikan oleh Glenn Doman. Dijelaskan kembali mengenai training ini, apa yang harus disiapkan, bagaimana prosesnya, dst.

Setelah registrasi dan meletakkan semua bahan2 training di kamar, kami jalan ke Orchard, ke Takashimaya. Kami mau nyari oleh2 untuk Joan hari ini, soalnya melihat jadwal training yg ketat banget, takutnya di hari lain ngga sempat. Setelah dari Takashimaya, kami makan malam di food court di bawah, setelah itu langsung pulang ke hotel. Abis itu kami langsung istirahat, takut terlalu capek besok waktu training.

Nanti kami jelaskan gimana proses training nya ya. Mungkin ngga bisa detail, krn kan ada copyright juga, tapi mungkin bisa menjelaskan sedikit, terutama untuk orang tau yang lagi mempertimbangkan untuk ikut training ini atau tidak.

4 thoughts to “Perjalanan ke Singapura: Hari pertama”

  1. di tunggu cerita selanjutnya papahnya joan…
    oh iya sekarang joan terapi di rscm juga bukan..?
    joan terapi setiap hari apa…? apakah joan jadi sekolah di ypac hang lekir..?

  2. Halo mama Najwa, maaf ya, cerita lanjutannya masih menggantung, krn Joan baru aja masuk rumah sakit krn infeksi paru. Mohon doanya supaya Joan cepat sembuh.
    Joan masih terapi di RSCM, biasanya hari Senin dan Jumat pagi. Soal YPAC di Hang Lekir, kami sempat melihat ke sana, tapi ngga jadi bawa Joan, krn (saat itu) mau konsentrasi ke RSCM dulu. Dan setelah training Glenn Doman ini, sepertinya justru mau konsentrasi ke terapi Glenn Doman dulu.

  3. kalau boleh tahu , joan terapinya pagi jam berapa ya..?
    terapisnya masih dengan bu retno ya..?
    kapan2 nanti bisa ketemu dengan joan ya…
    najwa biasa terapi setiap hari rabu jam 11 siang.

    duh..joan lagi sakit ya…
    semoga cepat sembuh ya joan…biar bisa maen sama papah dan mamah nya lagi di rumah ya…

  4. Joan biasanya terapi hari Senin jam 9, hari Jumat jam 8, dengan bude Retno. Selama ini mungkin ngga ketemu karena Najwa kan hari Rabu.
    Makasih ya doanya. Semoga Joan ngga perlu lama-lama nih di rumah sakit.

Comments are closed.