Joan masuk rumah sakit

Hari ini hari ketiga Joan dirawat di rumah sakit. Joan masuk rumah sakit hari Selasa malem. Kan Joan udah demam sejak Rabu minggu lalu, dan udah pernah dibawa ke Dr Dwi hari Sabtu. Dr Dwi udah ngasih obat antibiotik dan obat batuk/pilek, tapi Joan masih tetap demam. Tadinya mau bawa Joan ke Dr Dwi lagi hari Rabu, tapi libur Pemilu. Jadi, kami bawa Joan hari Selasa sore, di RS Bintaro. Karena ngeliat Joan udah lemes banget, Dr Dwi minta Joan di rawat aja. Tapi ternyata RS Bintaro dan RS Pondok Indah udah penuh. Akhirnya kami telpon Dr Dwi, dia anjurkan ke RS mana lagi, karena hanya kedua rumah sakit itu (dan RSCM) yang Dr Dwi ada. Dia mengusulkan ke RS Brawijaya aja, karena dia kenal dengan dokter anak di sana, Dr Lindana.

Akhirnya kami langsung bawa Joan ke RS Brawijaya. Kamar ada, dan Dr Lindana juga pas lagi praktek. Kami langsung bawa Joan untuk diperiksa dokter, dan langsung dijadwalkan untuk rontgen thorax, untuk melihat apa ada masalah dengan paru-paru. Setelah itu, langsung masuk ke kamar. Dokter juga minta dipasang infus untuk memasukkan antibiotik. Disini perawatnya agak kesulitan, krn pembuluh darah Joan ngga keliatan dan susah diinfus. Akhirnya harus dilakukan oleh salah seorang perawat senior dari bagian Gawat Darurat, dan itupun dipasang di pergelangan kaki, krn di tangan ngga bisa.

Dari hasil rontgen thorax, Dr Lindana bilang sepertinya Joan infeksi di paru, yang mungkin turun dari infeksi di saluran pernapasannya. Jadi, pengobatannya sepertinya sudah pas, karena memang hanya bisa dengan antibiotik saja. Ada juga Paracetamol untuk penurun demam, karena kadang2 Joan demam cukup tinggi. Besoknya juga di tes darah, dan keliatan kalo SGOT-SGPT Joan jauh tinggi dari normal. Setelah USG abdomen hari ini, terlihat bahwa hati/liver Joan sedikit tidak normal, karena pengaruh dari obat Depakene yang dia minum. Dr Lindana akan menghubungi Dr Dwi untuk membicarakan kemungkinan obat Depakene dikurangi sementara, karena berpengaruh langsung ke liver.

Tadi juga udah ada terapis yang membantu Joan menghangatkan bagian dada dengan alat inframerah, supaya Joan lebih mudah mengeluarkan dahaknya. Kalau inhalasi biasa sih kami sudah lakukan sendiri, sama seperti di rumah.

Sekarang, tinggal ditunggu aja efek dari antibiotiknya. Doain Joan ya, supaya cepat sembuh.

One thought to “Joan masuk rumah sakit”

Comments are closed.