PenyertaanMu Sempurna: Joan 6 Tahun

Catatan: posting ini kami ambil dari kesaksian kami dalam acara Ulang Tahun Joan yang ke-6.

Dalam banyak hal, lagu yang kami nyanyikan di dalam ibadah ini, benar-benar mewakili apa yang keluarga kami rasakan, khususnya dalam membesarkan anak kami, Joan.

Dalam banyak kesempatan, kami sering bertanya-tanya pada Tuhan, “Apa sebenarnya rencanaMu, Tuhan?” Kenapa tidak bisa kami memiliki kekuatiran “standar” orang tua dalam membesarkan anak-anak mereka, rangkaian peristiwa yang normal dalam membesarkan seorang anak?  Sebagai manusia sebenarnya kami tidak kuat. Sebagai manusia, sudah sering kekuatiran dan kekecewaan menggerogoti hati kami.  Bagaimana nanti Joan kalau sudah besar Tuhan?

Banyak sekali hal-hal yang berbeda untuk membesarkan Joan, termasuk kekuatiran dan kecemasan yang harus kami lalui setiap hari yang berhubungan dengan Joan. Joan sudah 6 tahun, dan masih sangat bergantung kepada orang lain untuk bisa melewati keperluan-keperluannya setiap hari.  Sebentar lagi, adik-adiknya sudah mulai sekolah, Joan kembali sendiri lagi.  Apa nanti adik-adiknya bisa menerima Joan apa adanya?  Joan semakin banyak senyum, semakin rewel, tapi, kejang kejutnya malah makin banyak.  Kenapa tidak bisa perkembangan Joan tidak sekaligus dibarengi pertambahan penyakit baru Tuhan? 

Pada saat-saat terendah kami melewati perkembangan Joan, kami merasa semakin tidak mengerti jalan Tuhan, bahkan terkadang berontak.  Kami tidak bisa mengerti, atau melihat, atau menyelami rencana Tuhan. 

Ketika hati kami lemah, Tuhan tidak marah atau tinggalkan kami. Malah Dia kembali memberikan kami hati baru, ada saja yang dipakai-Nya. Firman-Nya, Joan tersenyum, keluarga dan teman kami yang selalu memperhatikan Joan, pekerjaan yang diberkati, atau segala kejadian yang Tuhan nyatakan buat kami, untuk sadar kembali, bahwa kami bukan hanya perlu mendekatkan diri pada-Nya, tapi kami memang harus benar-benar berserah pada-Nya.  Bukan kami yang memegang tangan Tuhan, karena kadang tangan kami menjadi lemah, dan lepas. Namun kami menyerahkan diri kami untuk dia gendong, dan tangan Tuhan tidak lemah seperti tangan manusia, dan tidak akan pernah lepas.

Ketika kami memutuskan untuk berserah pada-Nya, berkomitmen percaya akan rencana yang indah yang sudah lebih dulu Tuhan siapkan buat kami, kami pun mulai melihat setiap hal positif.  “Joan kejang, justru karena dia semakin pintar dan aktif.” “Joan bukan tidak bisa, cuma tidak mau saja karena terlampau manja.” Sudah 6 tahun Joan dengan segala keterbatasannya, bisa mendapatkan kehidupan yang sempurna, dan itu semua dari Tuhan, bukan karena Joan bisa.  Ya, semua menjadi kekuatan buat hati kami dapat melewati keterbatasan hati dan pikiran manusia kami.  Ketika kami berserah pada penyertaan Tuhan.

Sudah sejak lama kami sebagai keluarga tidak percaya lagi dengan yang namanya “kebetulan”. Terlalu banyak sudah kami mengalami “kebetulan” yang terlalu luar biasa. Tidak terhitung lagi kebetulan-kebetulan yang kami alami selama 6 tahun Joan, mulai dari kebetulan mendapatkan terapis terbaik, kebetulan mendapatkan pengasuh yang baik, kebetulan mendapatkan rumah yang yang kami idamkan yang dibutuhkan untuk tempat terapi Joan dan dekat dengan rumah sakit yang ada dokternya Joan, dan masih banyak lagi, yang bukan karena usaha kami.  Kami bahkan tidak berusaha banyak, makanya namanya “kebetulan”.  Kami percaya bahwa semuanya itu bukan kebetulan. Kami yakin, sadar atau tidak sadar, kami sedang mengalami penyertaan Tuhan yang luar biasa bagi Joan dan bagi keluarga kami. Dia selalu tau apa yang kami butuhkan, dan selalu menyediakannya, khususnya buat kami mampu mengasihi Joan, membesarkan Joan. Dia selalu memberikan yang terbaik, bahkan ketika kami belum memikirkannya. Dan yang terpenting, Dia selalu memberikan suka cita bagi Joan, dan tentu saja bagi keluarga kami, bahkan dalam kekuatiran yang terbesar kami, sukacita itu ada Dia sediakan bagi kami.

Joan mungkin belum bisa melakukan banyak hal, tapi kehidupannya sudah menjadi bukti nyata bagi kami, bahwa bukan apa yang Joan bisa yang perlu, namun apa yang Tuhan berikan buat Joan yang memampukan dia bisa melewati 6 tahun kehidupannya. 

Joan berbeda, dia bukanlah anak yang butuh kami sebagai orang tuanya membesarkannya, orang tua Joan adalah Tuhan sendiri, yang telah mengajari kami melalui Joan, arti hidup dalam penyertaan Tuhan.  Bukan dengan kekuatan kami, namun kekuatan Tuhan saja, kekuatan yang sempurna.

Benar, Tuhan, penyertaanMU selalu sempurna.

5 thoughts on “PenyertaanMu Sempurna: Joan 6 Tahun

  1. Halo Eva. Ini Yanthy FEUI 1993.
    Salam kenal juga untuk Irving.

    Sudah lama tidak bersua, ternyata ketemunya di internet juga.
    Aku punya blogger di http://rumahstrawberry.wordpress.com/
    Visit kalau sempat.

    Salut untuk perjuangan keluarga kamu. Tetaplah berpegang pada kasih setia dan rahmat Tuhan.

    Kita alumni posa FEUI punya group di yahoo. Bergabung yuk.
    Kalau kamu mau, silakan kirim berita ke aku ya.

    Tuhan memberkati.

  2. Hai joan…salam kenal..
    Joan cantik sekali….terimaksih mengajarkan tante Merry selalu mengucap syukur atas berkat Tuhan sekecil apapun…

  3. Amin, Pak Irving. Dan ini bukan kebetulan juga saya menemukan blog bapak. Saya ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai glenn doman dan anak bapak, karena saya mempunyai anak mempunyai dokter yang sama (Dr Dwi putro di RSCM) dan berencana untuk mengikuti program glenn domann. Bagaimana saya bisa menghubungi bapak atau istri bapak untuk mengetahui lebih lanjut? terima kasih. Lanny. email saya : lanny_suhendra@hotmail.com

Comments are closed.