Joan 78 Bulan

Akhir-akhir ini sering telat mengupdate bulan demi bulan Joan. Banyak waktu habis untuk menyesuaikan banyak hal di Bintaro.  Yang pasti, Joan lebih senang di Bintaro karena udaranya yang membuat Joan lebih lega.  Walau Joan banyak mengenal hewan-hewan baru seperti nyamuk, cicak, jangkrik, lalat, yang jarang mengganggu dia ketika di Apartemen.  Kulit Joan jadi sekarang bentol-bentol dan merah-merah dikit.  Pelan-pelan Joan beradaptasi. Terkadang kami kuatir, kalau Joan kegatalan, dia bagaimana ya kalau belum bisa menggaruk atau mengatakan gatalnya?  Satu-satunya jalan adalah dengan menyemprot Joan dengan produk bayi anti nyamuk, dan menutup sumber masuknya nyamuk.  Variasi baru buat Joan mengenal lingkungan.

Sesuai dengan hasil EEG terakhirnya, memang terlihat Joan ada kejangnya.  Namun jika kami benar-benar perhatikan, selalu ada stimulasinya. Misalnya dia tiba-tiba dicium, tiba-tiba dirubah posisi gendongnya, atau suara yang kencang tiba-tiba.  Kami selalu berdoa agar benar, itu semua hanya reflex Joan karena stimulasi yang dia tidak suka.  Bantu Joan untuk bisa mengkontrol reaksinya Tuhan. 

Joan tetap intensive teraphi walau di Bintaro. Kami upayakan untuk selalu bisa mengantar jemput terapisnya supaya tetap bisa terapi Joan. Kami sangat bersyukur, kalau semua itu dimungkinkan.  Sudah hamper 1 minggu berturut-turut, laporan hasil terapi Joan dari terapisnya, Joan mendapatkan nilai PANDAI.  Terimakasih Tuhan. 

Di Bintaro juga lebih banyak alternative buat membawa Joan jalan-jalan, kecuali ke mall yang dingin dan besar seperti di Jakarta pusat.  Joan jadi terlihat lebih tenang, dengan tidak terlalu banyaknya hiruk pikuk dan terangnya lampu.  Kami ingin Joan untuk bisa lebih banyak keluar lagi.  Harapan kami dia senang dengan semua itu. 

Minggu lalu, Joan baru saja datang ke acara ulang tahun sepupunya.  Dia terlihat senang dan bereaksi dengan suara jeritan dan tawa anak-anak sebayanya yang lain.  Oh Joan….apa kamu mau sekolah saying?  Apa mungkin mama dan papa selama ini terlalu mengkondisikan Joan berbeda? Apa seharusnya Joan tetap diajak dengan teman-teman sebayanya, walaupun dia hanya duduk digendong?  Buat kami ini hanya proses belajar. Mungkin kami harus lebih banyak mencoba dan tidak terlalu kuatir dengan tanggapan anak-anak lain yang melihat Joan “berbeda”.  Tuhan, bantu dan tunjukkanlah apa yang harus kami buat.  Kami hanya mau Joan bahagia. 

Joan semakin besar, dan kami percaya, natal ini Tuhan akan terus memakai Joan menjadi berkat yang indah dalam keluarga kami.  Doakan Joan terus ya.

GBU.