Demam Berdarah, Trombosit dan Nyamuk

Minggu lalu, Joan dirawat di RS Bintaro selama 4 hari karena Trombosit nya turun. Sempat ada kecurigaan Demam Berdarah, walaupun akhirnya diagnosis tidak sampai ke sana. Akhirnya justru baby sitter nya yang dirawat 3 hari karena positif DB. Dari pengalaman singkat ini, kami jadi ingin berbagi sedikit apa saja yang harus diperhatikan dalam kasus seperti ini. Apakah Trombosit turun artinya Demam Berdarah? Apakah hasil tes Demam Berdarah selalu akurat? Darimana datangnya nyamuk Demam Berdarah, dan bagaimana menghindarinya?

Demam Berdarah (DB, atau DHF – Dengue Hemorrhagic Fever) mendapat namanya karena (1) demam, yang disertai dengan (2) munculnya bercak-bercak merah pada tubuh. Sayangnya, kedua hal ini sudah tidak bisa dijadikan patokan lagi sebagai gejala DB, karena sudah sering ditemukan DB yang tanpa bercak-bercak merah. Untuk mudahnya, patokan “3 hari demam” dijadikan standar: kalau demam sudah 3 hari, sebaiknya datang ke dokter dan melakukan pemeriksaan. Karena demam 3 hari adalah gejala dari banyak jenis penyakit, mulai dari flu sampai DB, maka pemeriksaan darah menjadi kunci.

Apa saja yang biasanya menjadi patokan hasil pemeriksaan darah? Pertama adalah trombosit, yang biasanya lebih rendah dari normal dan cenderung turun. Kekurangan trombosit inilah yang mengakibatkan bercak-bercak merah itu. Kekurangan trombosit ini juga yang menjadikan DB sebagai penyakit yang mengakibatkan kematian kalau tidak ditangani dengan serius. Biasanya, kalau trombosit sudah rendah, maka pasien dianjurkan untuk dirawat inap dan diberikan infus cairan. Infus cairan ini yang akan meningkatkan tromobosit. Tentunya juga dengan cara tradisional seperti minum banyak air. Biasanya, pada hari ketujuh sejak demam, trombosit akan mulai naik, dan pasien akan boleh pulang.

Selain trombosit, sekarang juga sudah ada tes darah yang menunjukkan kehadiran DB, yaitu tes IgG/IgM dan NS1. Hanya saja, biasanya kedua tes ini hanya dijadikan indikator dan bukan penentu. Artinya, walaupun negatif, belum tentu bukan DB, dan kalau positif, belum tentu DB. Dan hal ini ditambah lagi dengan pertanyaan kompleks seperti sudah berapa hari demam, dst.

Nah, kembali ke sumbernya: nyamuk. Semua juga tau kalau pembawa DB adalah nyamuk. Kami tidak akan masuk ke detail mengenai jenis nyamuk dan jenis virusnya. Yang penting adalah, nyamuk pembawa DB biasanya berkeliaran di siang hari, antara jam 7 pagi sampai jam 4 sore, dan bertelur hanya di air jernih. Itu makanya nyamuk pembawa DB disebut nyamuk elit 🙂

Sewaktu mendiskusikan dengan ayah saya (yang adalah seorang dokter) kira2 nyamuk DB datang dari mana, ayah saya mengingatkan satu hal: biasanya kita berasumsi bahwa nyamuk lah yang mendatangi kita. Akibatnya, kami sempat berasumsi bahwa nyamuk datang dari rumah sebelah yg kebetulan kosong. Padahal, ayah saya bilang, yang lebih sering terjadi adalah kita yang mendatangi nyamuk: bisa di sekolah, lokasi kerja, lokasi liburan, dst. Jadi, jangan cepat2 menuduh bahwa rumah kita atau rumah tetangga sebagai sumber nyamuk.

Dari semua cerita panjang ini, kesimpulannya:

  1. Kalau demam sudah 3 hari, segeralah memeriksakan diri ke dokter, yang mungkin akan mengusulkan pemeriksaan darah
  2. Apabila Tromobosit lebih rendah dari normal, kemungkinan besar dokter akan meminta rawat inap, agar (1) pasien bisa mendapatkan infus cairan; (2) pasien bisa dimonitor terus menerus; dan (3) bisa dilakukan pemeriksaan darah rutin untuk melihat apakah trombosit sudah naik.
  3. Penanda IgG/IgM dan NS1 hanyalah sebagai indikator, bukan sebagai penentu. Positif atau negatif tidak menjamin positif atau negatif DB.
  4. Pastikan rumah dan lingkungan sekitar selalu bersih dari nyamuk pembawa DB. Koordinasikan dengan RT/RW untuk melakukan pengasapan rutin, dan memberikan abate untuk rumah-rumah kosong yang mungkin memiliki genangan air.
  5. Jangan langsung menuduh rumah atau lingkungan sebagai sumber nyamuk pembawa DB. Biasanya justru kita yang mendatangi nyamuk dan bukan sebaliknya. Perhatikan kondisi sekolah, tempat kerja dan tempat kegiatan sehari-hari, krn nyamuk pembawa DB justru aktif di siang hari.

Bagaimana dengan Joan? Dia positif bukan DB, walaupun trombosit nya turun. Ternyata dia sudah tidak cocok dengan obat Depakene yang dia minum rutin. Jadi, sekarang obat itu di stop dan hanya minum Topamax saja. Puji Tuhan, semuanya berjalan dengan baik.

Disclaimer: kami bukan dokter, jadi mohon maaf kalau ada hal-hal yang salah. Silahkan koreksi di bagian komentar.