Joan kontrol ke dokter

Joan minggu ini lumayan sering ketemu dokter dan terapis.

Hari Senin (29/09), Joan kontrol ke dokter Pudji, spesialis rehabilitasi medis, di RS Thamrin. Dokter melakukan beberapa test, dan sepertinya memang ada hambatan perkembangan. Beberapa refleks yang seharusnya sudah hilang, ternyata masih ada. Jadi, aku dan Eva ditunjukkan cara untuk melatih Joan, supaya refleks itu hilang. Joan juga harus dipaksa untuk adil melihat ke kiri dan ke kanan, karena sekarang dia cenderung untuk melihat ke kanan. Dokter juga minta kami membeli ikat pinggang bayi, yang fungsinya untuk menekan pusar yang masih menonjol. Katanya, bisa berbahaya, bisa jadi hernia, karena ususnya bisa keluar-masuk di pusar itu.

Karena udah 2 hari berturut Joan rewel sekali di malam hari, hari Rabu (01/10), kami membawa Joan ke RS Thamri, untuk ketemu dokter Rini, untuk di cek apakah ada sakit atau yang lain. Tapi karena dokter Rini tidak ada, kami bawa Joan ke MMC. Dokter yang ada adalah Dr Sri Rochani. Menurutnya, tidak ada masalah dengan rewelnya Joan. Justru dia melihat hal-hal lain, seperti pusarnya yg masih keluar. Dia minta kami datang hari Jumat, supaya puser nya di plester saja, tidak perlu pakai ikat pinggang bayi. Dokter juga melihat ada keanehan di kepala Joan, karena ubun2 nya sudah tidak ada. Menurut dokter, ada kemungkinan terjadi penutupan prematur. Hal ini bisa menjadi akibat dari Atropi Cerebri yg dialami Joan, atau justru menjadi penyebab. Kami sudah sampaikan bahwa dokter2 yang lain tidak melihat ada masalah, tapi dokter Sri menganjurkan kami konsultasi ke dokter bedah saraf.

Hari Kamis (2/10), Joan terapi dengan ibu Yuyuk. Menurut ibu Yuyuk, refleks hisap Joan sudah bagus, karena kalau dimasukkan jari ke mulutnya sudah langsung dihisap. Joan belum bisa hisap dot mungkin karena dia memang agak malas, karena hisap dot memang lebih berat. Jadi, ibu Yuyuk minta kami sering2 mencoba menggunakan dot. Speech therapy nya sendiri sudah bisa berhenti.

Hari Jumat (3/10), kami bawa lagi Joan bertemu dokter Sri di MMC. Pusar Joan di plester, dan diminta jangan dibuka selama 1 bulan, supaya tidak keluar2 lagi. Dokter juga mencatat nomor telpon kami, karena dia mau bicara dengan Prof Padmo dan mungkin kami akan dihubungi. Prof Padmo adalah dokter bedah saraf yang mengoperasi kembar siam Yuliana-Yuliani.