Hasil CT-Scan dan konsul ke Dr Dwi

Hari ini konsul ke Dr Dwi, sekalian melihat hasil CT-Scan.

Hasil CT-Scan bisa dibilang buruk, karena kesimpulan akhir adalah kondisi otak semakin memburuk. Ada cairan di otak Joan yang menekan otaknya, sehingga perkembangan otaknya terhambat. Ubun2nya juga terlalu cepat menutup, sehingga perkembangan tengkorak kepala juga terhambat. Digabung seperti ini, efeknya jadi makin besar, menghambat perkembangan otak.

Dr Dwi bilang perkembangan pasti tetap ada, tapi cenderung lambat. Itu makanya pengelihatannya juga belum bagus. Kemungkinan pertumbuhan normal kecil sekali, dan punya kecenduran untuk jadi cerebral palsy.

Menurut Dr Dwi, tidak banyak yg bisa dilakukan. Operasi hanya memberikan trauma besar tapi manfaatnya belum tentu banyak. Jadi, dia tidak menganjurkan. Fisioterapi sifatnya hanya membantu, dan sebaiknya tidak dilakukan sekarang krn Joan masih perlu banyak istirahat.

Jadi, ya, lagi2 menunggu. Vitamin tetap masuk, imunisasi juga berjalan. Tapi tindakan tidak ada yg bisa dilakukan.

Kami mungkin akan tetap coba konsul ke dokter bedah saraf. Salah satu adik dari nenek Eva kebetulan dokter bedah saraf, jadi mungkin kami tanya ke dia dulu, sebelum datang lagi ke Prof Padmo. Dan sementara ini, test mata dan test telinga tetap dijalankan, untuk tau apa ada indra yg terganggu.

Kami sekeluarga benar2 butuh doa dari semua orang untuk Joan, dan juga untuk aku dan Eva. Tolong doakan kesembuhan total buat Joan, krn tidak ada yg mustahil buat Tuhan, kami sudah pernah merasakan mujizat Nya. Tolong doakan juga supaya aku dan Eva selalu dikuatkan dan diberikan kesabaran untuk melewati ini semuanya.

Berikut kutipan langsung dari hasil bacaan CT-Scan di RS MH Thamrin, oleh Dr Tuti Wonoyudho, SpRAD.

Pd pemeriksaan CT Scan kepala dgn penampang-penampang horizontal yg ketebalannya masing-masing 5mm, tanpa media kontras, dibanding dgn CT Scan kepala yg lalu tgl.05-08-2003, maka kini tampak:
Fontanel mayor-minor dan suturae sebagian sudah mentutup.
Orbita kanan-kiri dan bola mata kanan-kiri konturnya d.b.n.
Sela tursika kontur dan besar d.b.n.
Susunan ventrikel lateralis agak melebar, di garis tengah, tdk ada distorsi dgn cavum septum pelusidum dan cavum vergae.
Tampak lesi hipodens relatif homogen, berbatas relatif tegas, multiple, kecil-kecil pd substansia alba, lobus parietal kanan-kiri, termasuk kapsula eksterna kanan-kiri, kapsula interna kanan-kiri dan talamus kanan-kiri.
Extra axial di rongga subdural regio frontotemporoparietal kanan-kiri tampak lesi berbentuk semiluner hipodens relatif homogen, pd sisi kanan diameter + 7 x 2 x 6 cm, pd sisi kiri diameter + 8 x 2 x 7 cm yg mendesak hemisfer serebri kanan-kiri ke sentral.
Sisterna basalis, ambiens, kuadrigemina, supraseler, fisure interhemisfer, fisure sylvii kanan-kiri dan sulsi pd kedua hemisfer serebri prominent.
Infratentorial, tampak vermis serebeli bagian caudal absen.
Hemisfer serebeli kanan-kiri d.b.n.
Batang otak konturnya d.b.n.
Kesan: CT Scan kepala polos, dibanding CT Scan kepala yg lalu, menunjukkan ;
* Fontanel mayor-minor dan suturae sebagian sudah menutup.
* Cavum septum pelusidum dan cavum vergae (kelainan congenital).
* Vermis serebeli bagian caudal absen (Dandy Walker variant).
* Dysmyelinating disease atau Leukodystropy, e causa Hypoxia Berat (Alexander’s disease ?).
* Atrofia cortical cerebri bilateral.
* Bilateral chronic subdural hematoma pd regio frontotemporoparietal kanan, volume + 84 cc dan sisi kiri volume + 112 cc. Hemisfer serebeli kanan-kiri terdesak ke sentral.
* Tanda-tanda tekanan intrakranial yg meninggi.
* Dibanding CT Scan yg lalu, keadaannya bertambah buruk.