Kunjungan ke Bulang Rahim

Bulang Rahim (“Bulang” dalam bahasa Karo artinya “Kakek”) adalah adik paling kecil dari neneknya Eva. Dia dokter bedah saraf di RS Pusat Pertamina (RSPP). Lengkapnya, dr Rahim Purba. Karena mau memastikan bahwa diagnosis dari dr Dwi itu tepat, kami berkunjung ke RSPP untuk diskusi dengan Bulang Rahim.

Setelah melihat hasil CT-Scan terakhir, dan dibandingkan dengan hasil CT-Scan yg lama, Bulang Rahim justru menganjurkan untuk dioperasi. Tapi bukan operasi besar, cukup untuk memasang kateter (atau selang atau drainase) untuk mengeluarkan cairan dari kepala Joan. Dengan cara ini, diharapkan otak Joan masih punya ruang (dan kesempatan) untuk berkembang. Apalagi melihat kondisi otak Joan waktu lahir yg bagus sekali (dari CT-Scan).

Ada beberapa alternatif yg bisa dilakukan. Pertama, dipasang kateter sementara, mungkin selama 1 minggu, untuk mengeluarkan cairannya, setelah itu dicabut. Masalahnya, kalau ternyata cairannya muncul lagi (yg mungkin saja terjadi), terpaksa dilakukan operasi lagi.

Alternatif lain, dipasang kateter permanen, yang akan terpasang terus di kepala Joan. Mungkin maksudnya ngga benar2 permanen, tapi kapan2 bisa dilepas kalau sudah tidak diperlukan lagi. Tapi harus siap2 dengan kemungkinan permanen. Dengan cara ini, Joan ngga perlu dioperasi berulang kali.

Kami sebutkan juga pemikiran kami, bahwa Joan bakal terganggu kesehariannya krn ada selang itu. Jadi, kami akan pertimbangkan matang2 dulu sebelum kami bersedia. Bulang Rahim bilang, sebaiknya dibicarakan dengan Prof Padmo, yg dulu sudah perah kami datangi. Dia buatkan surat pengantar supaya kami lebih enak bicaranya.

Untuk semuanya, tolong doakan supaya kami bisa membuat keputusan yg terbaik. Kami juga akan selalu berdoa supaya Tuhan bisa menunjukkan jalan yg terbaik buat kami dan terutama buat Joan.