Ketemu Dr Lumongga, Dr Sander, dan tes BERA

Dalam bbrp hari yg lalu, Joan udah jalan2 ke banyak rumah sakit, untuk ketemu dokter dan juga untuk ikut tes BERA.

Hari Senin kami datang ke Dr Lumongga di RS Mata Aini, untuk membawa hasil test VEP. Hasilnya sih sesuai dengan perkiraan kami, bahwa pusat saraf mata di otak memang tidak menerima sinyal apapun. Jadi, Dr Lumongga mengembalikan kasusnya kembali ke Dr Dwi, karena secara medis, mata Joan tidak ada masalah apa2. Masalahnya memang ada di otak.

Hari Selasa pagi, kami bawa Joan ke bagian anak di RSCM, untuk ikut tes BERA. Walaupun diberikan obat penenang (chloral hidrat), tetap saja tes nya tidak mudah dilakukan. Dari jam 8.30 sampe jam 12.00, baru berhasil tes untuk telinga kiri. Jadinya harus janjian lagi untuk tes hari Kamis pagi, untuk telinga kanannya.

Selasa sore, kami bawa Joan ketemu Dr Sander Batuna di RS Medistra. Kami dapat nama dokter ini dari salah satu bos Eva di kantor, yang bilang kalo dokter anak ini bagus. Kami jelaskan kondisi dan status Joan sekarang, dan Dr Sander juga melakukan bbrp tes dan melihat CT-Scan Joan. Sama dengan Dr Dwi, Dr Sander tidak menganjurkan dilakukan operasi, baik operasi pembukaan tengkorak kepalanya maupun operasi pemasangan drain untuk mengeluarkan cairan di otak. Menurut Dr Sander, cairan itu ada karena otaknya mengecil dan meninggalkan ruang kosong, yang kemudian diisi oleh cairan. Kalo cairannya dikeluarkan, bisa jadi kekosongan itu mengakibatkan kepala Joan semakin mengecil. Dan menurut dia, perkembangan otaknya tidak terganggu oleh cairan itu. Dr Sander lebih meminta kami untuk menjaga Joan dengan baik, memastikan dia tidak sakit, dan berjaga-jaga dengan obat di rumah. Vitamin dan makanan lainnya masuk secara normal saja, tidak perlu ada perlakukan khusus.

Dengan hasil ini, terus terang kami jadi semakin bingung. Hari Rabu kami masih berencana ketemu Prof Padmo di MMC, dan setelah itu bertemu Dr Dwi untuk membawa hasil tes BERA. Dalam minggu ini, kami harus sudah memutuskan, apakah Joan akan dioperasi atau tidak. Kami akan lebih banyak membawa masalah ini ke dalam doa, dan bukan hanya logika saja. Kami sudah meminta bantuan dari beberapa hamba Tuhan, yang ceritanya akan diposting setelah ini.