Lebih mendekatkan diri pada Tuhan

Dengan beratnya pencobaan seperti ini, aku dan Eva merasa perlu untuk melihat lagi apakah hubungan kami dengan Tuhan memang sudah dilakukan dengan baik. Bagaimanapun harus kami akui bahwa selama ini kedekatan kami dengan Tuhan seperti pasang-surut air. Kadang kala kami merasa dekat sekali dengan Tuhan, tapi juga kadang kami merasa bahwa hubungan kami dengan Tuhan sangat hambar sekali. Tentu saja, kesalahan bukan pada Tuhan, karena justru kami sendiri yang membiarkan hubungan ini menjadi hambar.

Banyak sekali memang perubahan yg terjadi pada diri kami setelah Joan lahir. Kami jadi lebih mencari2 Tuhan dan berusaha untuk lebih mendekatkan diri. Yg sebelumnya kami ke Gereja hanya sebagai rutinitas, sekarang lebih terasa sebagai keinginan dan hak. Yg sebelumnya kami hanya berdoa sewaktu makan, sekarang rajin saat teduh dan berdoa.

Tentu saja, kami juga perlu bantuan dari hamba2 Tuhan untuk menuntun kami, supaya kami tidak melangkah ke arah yg salah. Itu makanya kami menghubungi Bapak Yohannes dan Ibu Tio, suami-istri yang sering melakukan pelayanan bagi orang2 yg membutuhkan. Kami dikenalkan dengan mereka dari Tante De (Dr Ade Tobing, adik Mama Irving yg paling kecil).

Kami bertemu di apartemen hari Selasa malam, dan menghabiskan waktu hampir 5 jam untuk berbincang2 mengenai apa yg kami alami dan apa yg bisa kami lakukan. Titik awal adalah apa yg dialami Joan, tapi tentu saja fokus kami lebih ke arah pendalaman iman kami masing2. Tidak banyak yg bisa kami cantumkan di sini karena sifat pembicaraan yg pribadi, tapi bila ada hal2 baru yg mungkin bisa membantu bagi pengunjung website ini, akan kami cantumkan.