Belajar bersyukur pada Tuhan: Joan 5 bulan

Hari ini Joan udah 5 bulan. Ditengah2 pertambahan umurnya, kami sebagai keluarga juga belajar untuk selalu bersyukur kepada Tuhan untuk semua hal yg sudah Dia berikan bagi keluarga kami dan juga bagi Joan.

Kami sebagai keluarga diberikan pilihan oleh Tuhan untuk mengikuti perkembangan Joan dengan 2 cara. Pertama, kami bisa melihat perkembangan Joan dibandingkan dengan perkembangan anak2 yg lain. Melihat perkembangan Joan 5 bulan ini, tentu saja akan membuat kami bersedih. Bagimana tidak, bila dibandingkan dengan anak2 yg lain, yg sudah bisa melihat, tertawa, berguling, menggapai2 mainannya, tentu saja semua itu Joan belum bisa. Matanya sendiri belum bisa melihat, dan senyumnya masih belum sering terlihat.

Tapi, tentu saja kami punya pilihan kedua, yg jauh lebih menyenangkan dibandingkan pilihan pertama tadi. Kami bisa melihat Joan sebagai pribadi yg unik, tanpa membandingkannya dengan anak2 yg lain. Dengan cara ini, kami diajarkan oleh Tuhan untuk bersyukur untuk banyak sekali perkembangan yg telah diberikan Tuhan bagi Joan. Joan sudah bisa nge-dot dengan lancar, malah sekarang kami yg takut sendiri karena dia banyak sekali minum susu. Sehari bisa 8 kali, masing2 150cc. Jadi, bisa 1200cc lebih. Berat badannya juga otomatis naik dengan cepat, dari 5,3kg bulan lalu jadi 7kg bulan ini. Tingginya sudah 62cm. Bisa dibilang, secara fisik, tidak ada lagi hal yg perlu dia kejar, karena berat badannya memang sudah seperti anak normal.

Untuk perkembangannya yg lain, kami serahkan sepenuhnya pada Tuhan. Kalau boleh sih, kami meminta pada Tuhan untuk mengijinkan Joan bisa melihat hari Natal nanti. Tapi, dalam doa, kami tetap mengatakan bahwa kehendak Tuhan lah yg terjadi, bukan kehendak kami. Biarlah setiap perkembangan mata, telinga, gerakannya, dan perkembangan otaknya, semuanya itu diijinkan oleh Tuhan pada waktunya. Kami percaya sepenuhnya bahwa Tuhan akan memberikan yg terbaik bagi Joan, dan kami harus belajar menerima apapun yg diberikan oleh Tuhan pada keluarga kami.

Yg paling kami rasakan adalah kedekatan kami pada Joan, sebagai sebuah anugerah yg besar. Karena kondisinya yg sakit sejak awal, justru membuat kami jadi meluangkan waktu sebanyak2nya dengan Joan, yg tentu saja membuat kami jadi dekat sekali. Mungkin, kalau boleh mengandai2, kalau Joan kondisinya normal, kami mungkin tidak akan meluangkan waktu sebanyak sekarang. Mungkin Tuhan tau bahwa kami akan bisa lebih dekat dengan Joan dengan kondisi seperti ini.

Kondisi Joan di akhir bulan ke 5 ini memang agak sakit, maklum, lagi musim flu. Dia agak sering demam, dan diberikan obat banyak sekali dari dokter Dwi dan dokter Firmansyah. Tapi kondisinya sudah jauh membaik. Jadi, rencana jalan2 kami ke Medan tidak akan terganggu.

Sebagai penutup, kami hanya ingin mengatakan bahwa kami sedang dijadikan oleh Tuhan sebagai saksi, betapa besar kuasaNya atas orang2 yg mau menyerahkan diri padaNya. Puji Tuhan!

– irving