Catatan Perjalanan (2): Joan demam

Sejak dari Jakarta sebenarnya Joan masih demam dan di Medan demamnya belum berhenti. Obat dari Dr Firman ngga bisa menurunkan demamnya. Kami coba hubungi Dr Firman, dan diusulkan untuk menghentikan semua obatnya (termasuk vitamin) dan hanya memberikan Tempra. Tapi tetap tidak ada hasil.

Akhirnya kami bawa Joan ke Prof Biztok. Dulu Papaku dan Papa Eva pernah ketemu Prof Biztok untuk mendiskusikan kondisi otak Joan. Prof ini dokter anak spesiasil saraf, sama seperti Dr Dwi. Jadi, Prof Biztok sudah tau kondisi otak Joan.

Prof Biztok bilang bahwa ini hanya demam biasa, dan memberikan kombinasi bbrp obat. Hasilnya manjur sekali, hanya 2 hari, sudah langsung hilang demamnya. Daftar obatnya langsung kami catat, supaya kalo lain kali Joan demam, obat ini bakalan kami usulkan ke Dr Dwi atau Dr Firman.