Joan 17 Bulan

Tanggl 22 Desember kemaren Joan tepat 17 bulan. Udah “Sweet Seventeen”, tapi masih hitungan bulan =) Seperti biasa, kami buat acara kecil di rumah, tiup lilin, potong2 kue. Buat kami, 17 bulan yg sudah dilalui Joan adalah 17 bulan yang penuh berkat, yang harus kami rayakan terus menerus, supaya kami tetap ingat, betapa besar berkat Tuhan buat keluarga kami dengan datangnya Joan.

Bulan ini, Joan masih tetap kaget2. Malah ada kecendurangan bertambah, atau muncul tapi kecil2. Bu Retno bilang dia kadang2 liat dahi Joan (di atas alis mata) bergerak2 sendiri, seperti kaget2 tapi hanya bagian itu saja. Kadang2 juga disertai gerakan kepala. Waktu kami cek ke Dr Firmansyah, dia bilang bisa jadi itu kejang2 lokal, dan sepertinya dosis obat Joan masih harus dinaikkan. Kami udah buat janji dengan Dr Dwi hari selasa ini, supaya Joan langsung di periksa. Kalau memang dosis harus dinaikkan, ya kami akan tetap ikuti.

Sesuai dengan permintaan Dr Dwi, fisioterapi Joan kami kurangi. Pak Rahmat datang hari Selasa saja, sedangkan Bu Retno tetap datang Rabu-Jumat. Kami perhatikan, pendekatan Pak Rahmat memang berbeda dengan Bu Retno. Bu Retno tidak berusaha memaksakan sesuatu gerakan ke Joan, tapi justru mendorong Joan untuk melakukan gerakan2nya. Sepertinya ada titik2 syaraf tertentu yg kalau dirangsang bisa membantu Joan bergerak. Itu yang kami perhatikan dilakukan oleh Bu Retno. Kami sangat berharap Bu Retno dan Pak Rahmat saling melengkapi, dan bisa memberikan kemajuan untuk Joan.

Bulan ini juga Joan merayakan natal nya yang kedua. Kali ini, dia udah kami ikutkan acara natal sekolah minggu di Gereja Duta Injil. Biarpun dia cuman duduk aja digendong Eva, kami sangat berharap sekali rohnya bisa merasakan kebahagiaan di acara itu. Kami yakin, walaupun sepertinya dia belum mengerti apa2, Tuhan pasti yang melengkapkan pengertiannya mengenai natal dan kelahiran Yesus.

Tetap saja, yang terpenting, kami serahkan semuanya ke tangan Tuhan. Kami tidak tau apakah Joan sudah bisa melihat atau tidak. Tapi, kami yakin, walaupun Tuhan ternyata belum mengabulkan permohonan doa kami (supaya Joan bisa melihat pas natal), kami yakin Tuhan lah yang lebih tau waktu yang tepat bagi Joan untuk bisa melihat. Kami serahkan semuanya pada Tuhan, dan dengan penuh iman kami berserah. Puji Tuhan!