Perjalanan ke Nagoya: Central Japan International Airport

CATATAN: Artikel ini dibuat setelah kami sudah kembali ke Jakarta. Maaf ya, udah agak lama baru bisa membuat artikel ini, soalnya ada kesibukan2 lain.

Di Nagoya, kami mendarat di Central Japan International Airport, disingkat Centrair. Turun dari pesawat, kami melewati lorong lumayan panjang sebelum masuk ke imigrasi. Sama seperti di Singapore, lorongnya pake ban berjalan, jadi kami ngga terlalu capek. Joan kami dudukkan di stroller. Dia baik banget, ngga rewel sama sekali. Ban berjalannya agak berbeda dengan yg di Singapore ato di Jakarta. Perpindahan dari ban berjalan ke lantai biasa mulus sekali, jadinya Joan ngga goyang2 di strollernya seperti di Singapore, apalagi di Jakarta.

Antrian di imigrasi panjang banget. Sepertinya saat itu banyak turis dari Thailand, kedengaran dari bahasanya. Mereka sepertinya kesulitan mengisi form imigrasi, mungkin krn kendala tulisan yg berbeda. Kalo kita dari Indonesia kan masih bisa baca bahasa Inggris tulisan Latin. Kalo dari Thailand mungkin ngga biasa, krn alfabet mereka kan beda.

Kami ngga ada kesulitan sama sekali di imigrasi, dan langsung lanjut ke bagian pengambilan koper. Krn antrian imigrasi panjang, waktu kami sampe di pengambilan bagasi, tas kami udah tersusun rapi di luar ban berjalan. Mungkin krn semua tas yg lain udah pada diambil oleh penumpang yg udah duluan selesai imigrasi.

Nah, setelah keluar dari terminal, barulah “petualangan” di mulai =) Kami bertanya ke bagian informasi mengenai lokasi hotel Comfort, yg harusnya dekat banget dari terminal ini. Mulailah kami merasakan susahnya orang Jepang berbahasa Inggris. Padahal kan ini airport internasional, harusnya bagian informasi nya cukup lancar berbahasa Inggris. Masalahnya, selain harus mengerti bahasa Inggris, mereka juga memiliki logat yg susah kita mengerti. Jadilah sering harus menggunakan bahasa “Tarzan” dengan tunjuk sana tunjuk sini =)

Setelah tau arah ke hotel, kami sempatkan dulu untuk mencari supermarket di sekitar terminal. Kebetulan kami melihat ada rombongan orang Indonesia, jadi kami tanya ke mereka aja. Dengan senang hati mereka menunjukkan tempatnya, hanya saja cuman minimarket. Tadinya kami mau nyari daging ayam segar untuk makanan Joan, tapi di sana ngga ada. Jadi, kami langsung jalan ke hotel. Cerita tentang hotel aku taruh di artikel lain ya.

Sekarang aku mau cerita tentang fasilitas di airport ini. Yang paling penting memang tempat makan, yg ada di lantai 4. Jangan berharap ketemu merek2 yg “biasa” ada di tempat makan Indonesia, seperti KFC, McDonald’s, dll. Biarpun ini merek2 mendunia dan gampang ditemui di banyak airport (Singapore, Kuala Lumpur, dll), tapi tidak di Centrair. Memang banyak sekali restoran di sini, tapi bukan dengan nama2 yg kita kenal. Dan krn hampir semua orang ngga ngerti bahasa Inggris, jadilah kita harus menebak2 apa isi makanan yg kita pesan =)

Fasilitas lain yg penting, terutama untuk yg bawa anak bayi, adalah air panas. Kita bisa minta air panas ke bagian informasi, jadi ngga usah takut. Kamar mandi juga oke, dan ada tempat terpisah untuk ganti pampers bayi. Di dalam ruangan ganti pampers itu tersedia air panas, dan tempatnya juga luas. Tidak usah takut juga bawa2 stroller bayi, krn selalu tersedia lift ke semua lantai.

Fasilitas penting lain, tempat penukaran uang. Di bagian kedatangan kita bisa beli Yen dengan mudah. Sebaiknya sih, sudah bawa Yen sejak datang. Tapi, bisa juga dengan membawa US dollar dan ditukar di sini. Sewaktu mau kembali, daripada bawa2 Yen, bisa dijual jadi US dollar di bagian keberangkatan. Jangan lupa sisakan sedikit untuk beli kopi di ruang tunggu =)

Apa lagi ya … Di sana ada toko elektronik, toko pakaian, asesoris, payung, dll. Kita bisa telepon internasional dari telepon umumnya, pake koin. Tapi sediain koin yg banyak, namanya juga telepon internasional =)

Dari tempat makan, ada pintu menuju dek observasi, yg menjorok jauh ke arah runway. Kita bisa langsung melihat dari jarak cukup dekat, pesawat2 yg mendarat dan tinggal landas. Untuk peminat fotografi, silahkan bawa kamera dan tripod ke sini untuk ngambil gambar2 pesawat. Aku yg ngga pake tripod dan cuman pake Canon G3 aja bisa dapat gambar2 bagus kok =)

Dari airport ini gampang sekali kalau mau ke kota Nagoya nya. Oh ya, mungkin belum tau, Centrair ini dibangun di atas sebuah pulau buatan, yg isinya khusus untuk airport ini. Jadi, airport nya ngga di kota Nagoya nya, kode wilayah teleponnya aja beda. Nah, untuk menuju ke kota, bisa naik kereta. Diagram rute keretanya tersedia di sana, tapi memang sebaiknya sering2 bertanya supaya ngga nyasar, krn rute keretanya lumayan rumit. Kereta dari airport terbagi 2 jenis, Rapid dan Express. Rapid itu berhenti hanya di stasiun tertentu, sementara Express berhenti di hampir semua stasiun. Untuk Rapid masih terbagi 2 lagi, ada yg Reserved dan ada yg Non-Reserved. Reserved itu artinya kita dapat kursi bernomor, jadi lebih enak duduknya. Krn kami selalu bawa Joan di stroller, kami selalu beli yg Reserved. Ada tambahan biayanya 350 yen, tapi jadinya lebih enak dan nyaman.

Kita bisa juga naik kendaraan lain, seperti taksi, bis, dan mobil pribadi. Tapi kami ngga pernah coba yg lainnya, jadi ngga tau oke ato nggak =)

Oke deh, kayaknya aku udah ceritain semuanya. Entar kalo ada yg kurang aku tambahin lagi deh. Jangan lupa baca cerita selanjutnya ya! GBU!