Joan 23 bulan

Tanggal 22 Juni 2005 ini Joan genap 23 bulan (1 tahun 11 bulan). Bulan depan Joan udah pas 2 tahun. Puji Tuhan atas berkatnya yang selalu melimpah untuk keluarga kami dan untuk Joan. Sudah hampir 2 tahun Tuhan selalu membimbing kami menjalani semua pergumulan yg harus kami hadapi ini.

Kondisi fisik Joan baik. Badannya masih tetap gemuk biarpun makanannya kami batasi, soalnya berat badannya udah lewat sedikit dari batas atas berat badan seumurnya =) Badannya juga semakin aktif bergerak, tendang sana tendang sini, pukul sana pukul sini, biarpun belum terkontrol. Kalo lagi ngga malas2an, dia juga udah bisa jaga kepalanya tegak. Dia juga udah makin cerewet, ngeluarin suara2 bayi yg lucu banget. Puji Tuhan, sudah banyak sekali perkembangan yg Tuhan berikan buat Joan.

Bulan ini juga banyak sekali pertemuan2 yg secara ajaib dilakukan oleh Tuhan untuk Joan. Kami dipertemukan dengan Pak Edi yg bercerita banyak sekali tentang mujizat kesembuhan yg terjadi pada anaknya yg sakit. Dia berbagi cerita dengan kami tentang pergumulannya selama 2 tahun lebih, termasuk bagaimana dia mendekatkan dirinya dengan Tuhan. Cerita lengkapnya bisa dilihat di artikel yg nanti aku tulis. Kami juga diajak untuk datang ke gereja AbbaLove di daerah Menteng. Kami juga dikunjungi oleh kelompok doa dari AbbaLove yg mendoakan Joan di apartemen.

Bulan ini kami juga membawa Joan ke Medan untuk ikut acara pernikahan Wiwi. Senang rasanya bisa bawa Joan ke Medan, banyak sekali orang yg pengen ketemu dengan Joan =) Kadang2 masih ada kesedihan di hati kami kalo melihat anak2 yg lain, Rafael, Nia, Adel, dll. Pengen sekali rasanya melihat Joan bisa selincah mereka, lari ke sana ke mari sambil membuat tindakan2 lucu. Kami terus menumbuhkan iman kami bahwa Joan akan melakukan hal yg sama karena mendapatkan mujizat kesembuhan yg sempurna dari Tuhan (Amin!).

Kami terus berusaha untuk mendekatkan diri kami dengan Tuhan. Memang masih sulit untuk memaksakan diri untuk bangun jam 5 pagi untuk saat teduh, tapi kami terus usahakan. Juga terkadang masih sulit untuk selalu berpegang pengharapan bahwa Joan akan sembuh. Kadang2 kami bertindak atau berpikir yg masih berasumsi bahwa Joan tidak akan sembuh. Misalnya, kami masih berpikir bagaimana perasaan kami kalau tahun depan kami bawa Joan lagi ke Medan, apa kami akan tetap sedih kalau melihat anak2 lain. Padahal, harusnya kami bisa yakin dengan penuh iman bahwa Joan akan sembuh, dan tidak perlu berpikir seperti itu.

Dalam banyak hal, Joan memang sudah mengajarkan kami untuk selalu lebih dekat pada Tuhan, dalam segala kondisi. Kami yakin, Tuhan akan selalu menjaga Joan, dan mujizatnya akan datang untuk kesembuhan Joan yg sempurna (Amin!). Jangan lupa mendoakan keluarga kami terus ya! Tuhan memberkati.