Penantian dalam Iman: Joan 2 tahun

Dalam 1 tahun belakangan ini, banyak sekali hal-hal ajaib yang Tuhan ajarkan melalui Joan kepada kami.

Setelah lebaran tahun lalu, Joan sempat sakit batuk-batuk dan demam hingga mencapai 41oC. Kami sempat sangat panik. Kami membawa Joan ke UGD, dan ternyata itu disebabkan Joan banyak slaimnya. Banyak obat diberikan dokter. Namun salah satu obat Joan yang cukup keras untuk penurun panas, membuat mulut Joan agak terbakar merah karena alergi. Mau kembali ke dokternya, baru praktik minggu depan. Akhirnya kami hanya berdoa, berserah pada Tuhan, dan memutuskan untuk memberhentikan obat itu dan menggunakan Tempra. Panas Joan dari 40 bisa turun menjadi 37 karena Tempra. Dokter yang memegang Joan saja terheran-heran dan mengatakan kalau Joan sembuh karena mujur. Kami tau Tuhan, itu bukan mujur tapi karena Mu. Kau didik kami untuk lebih tenang, membawa dalam doa, dan berserah penuh.

Setelah Joan demam, dia susah sekali minum susu via dot. Harus dipaksa berkali-kali. Kata orang-orang, emang anak kecil kadang suka bosan minum susu. Namun apa yang pernah Joan alami dulu, waktu dia tidak bisa ngedot, menjadi trauma bagi kami. Eva sempat berfikir kalau Tuhan lagi marah sama dia, karena minta Joan bisa melihat, minta Joan bisa berjalan, sampai lupa kalau Tuhan pernah memberikan mukjizat besar waktu Joan tiba-tiba saja ngedot. Namun, doa dan firman-firman yang kami dengar, menguatkan kami. Tuhan itu bukan Tuhan yang kejam dan pemarah. Kami pun berusaha berfikir positif dan menyerahkan dalam doa. Tuhan menjawab doa kami dengan mengajarkan kami untuk memberikan susu buat Joan dengan cara lain. Semua makanan Joan sekarang dicampurkan susu. Puji Tuhan anakku bukan anak yang pemilih makanan. Dia pun mau mengkonsumsi nasi susu ala nasi lemak, pisang susu, biskuit kental susu, makaroni susu, semua dicampur susu, kecuali air putih. =) Dan yang terpenting adalah, Tuhan mengajarkan kami untuk berfikir positif, dan Dia terus menjaga anak kami sampai bisa tetap gendut.

Joan sekarang juga lebih jarang senyum dibanding dulu. Tapi Tuhan memberikan kepintaran lain buat dia. Joan lebih cerewet. Sedikit saja ada yang dia tidak suka, dia bisa mengeluarkan suara-suara. Kadang kami bisa tertawa terbahak-bahak mendengarnya. Joan juga sudah lebih merespon dengan sekitar, baik itu suara, sentuhan, bahkan dia bisa merasakan kalau kita bercanda, ngegodain dia, atau marah. Dia bisa sangat cemburut, seperti garfield. =) Tuhan tidak pernah membiarkan kami patah semangat. Dia selalu selipkan yang indah-indah, membuat kami tetap semangat, bahkan sering sekali sampai menitikkan air mata, melihat perkembangan Joan yang benar-benar tidak bisa dimengerti, namun indah.

Dan yang terakhir, banyak sekali orang-orang baru, malaikat-malaikat penolong Joan. Joan kecil bisa menjadi alat buat Tuhan bisa mengubahkan orang lain menjadi saluran berkat dan kasih. Orang yang belum pernah bertemu atau melihat dia langsung, bisa dengan penuh belas kasih memberikan tawaran untuk membawa Joan ke Jepang dalam acara doa. Dia bukan orang Kristen. Dia mendengar cerita dari orang lain, dan setelah itu hal pertama yang ada dipikirannya adalah, Joan membutuhkan doa dari pendeta Benny Hinn. Kalau bukan karena kuasa Tuhan, mustahil rasanya Joan bisa ada dalam pikiran orang ini. Segala sesuatu diperlancar oleh Tuhan. Biaya, akomodasi, visa, segala kebutuhan telah Tuhan sediakan melalui orang ini. Irving dan Eva berdoa puasa, memohon mukjizat Tuhan terjadi waktu mereka di Jepang, dan merasa bahwa semua kemudahan yang Tuhan sediakan ini karena Tuhan mau Joan sembuh dalam acara ini. Ternyata……secara fisik, kami tidak bisa melihat perubahan. Tuhan meminta kami menunggu, kenapa Tuhan?

Kamilah yang “diobati”, bukan Joan. Dalam acara itu, kami merasakan dan melihat Tuhan menjamah kami, menegur kami, menguatkan kami. Semua sekaligus. Waktu kami melihat orang lain menerima mukjizat, jujur dalam hati kami bertanya; kok bisa? Apa itu bukan orang bayaran? Dan Tuhan menegur kami. Walau kami merasa yakin bahkan kami berpuasa, tapi Tuhan tau hati kami. Masih ada keraguan.

Dalam acara itu dan juga di luar acara, Tuhan menjamah kami dengan mengirimkan orang-orang yang kami tidak pernah kenal, menjelma di depan kami menjadi penolong. Semuanya gampang. Mereka adalah orang-orang kristen, yang kasihnya luar biasa, dan mau dengan tulus membantu kami. Dalam acara itu juga, kami di doakan oleh pendeta dan merasakan benar-benar Tuhan sedang bekerja dalam kehidupan kami.

Setelah itu, Tuhan menemukan kami kembali dengan orang baru, yang anaknya menerima mukjizat penyembuhan dari acara Benny Hinn. Orang tua anak itu bersaksi dan mengingatkan kami bahwa Benny Hinn adalah alat Tuhan. Bukan dia yang menyembuhkan, tapi Tuhan. Jadi semua tergantung Tuhan. Dan kami sekali lagi diberikan Tuhan jawaban atas keragu-raguan dan kecurigaan kami tentang mukjizat yang terjadi di Jepang itu. Tuhan mempertemukan kami langsung, dengan orang yang telah menerima mujizat dari Tuhan dalam acara Benny Hinn. Dan yang ini pasti bukan di bayar untuk pura-pura. Tuhan bilang: “Aku bantu kalian untuk percaya Irving, Eva. Jangan pakai logika manusia lagi ya.” Orang itu juga memberikan kami buku bacaan dan menceritakan bahwa dia bergumul untuk mukjizat itu, dan dia tidak henti-hentinya mencari Tuhan. Dia menanti selama 2 tahun.

Kami mengimani, Tuhan meminta kami untukmenunggu. Dan Dia tidak meminta kami menunggu untuk sesuatu yang sia-sia. Tahun-tahun bersama Joan, adalah tahun-tahun yang membuat kami merasakan indahnya hidup berserah dan bersandar pada Tuhan. Kepintaran dan semua yang kami miliki, tidak jadi faktor penentu lagi.

Dari awal kami sudah tau, Tuhan sedang pakai Joan untuk mendekatkan kami padaNya. Tapi dengan tau maksud Tuhan itu saja, bukan hal yang gampang. Ditengah-tengahnya kami tetap jatuh bangun, semangat lalu ragu, percaya lalu kuatir, bahagia lalu sedih lagi, berganti. Tuhanlah yang bantu kami supaya kami bisa dekat padanya selalu. Dia pakai bos Eva, sehingga kami bangkit lagi dan percaya Tuhan mau Joan sembuh. Dia pakai pak Edi yang telah menerima mukjizatnya lagi untuk mengingatkan kami untuk haus akan firman Tuhan. Dia memberikan Joan kepintaran-kepintaran baru setiap saat kami jatuh.

Kami tidak bilang iblis juga tidak turut campur tangan. Ya, selalu saja ada cobaan. Orang-orang yang melihat Joan dengan tatapan yang membuat kami sedih. Anak-anak orang lain yang dengan ceria bermain. Orang-orang yang sering menganggap kesungguhan kami mencari Tuhan adalah suatu kemunafikan. Bahkan keluarga atau teman-teman yang menganggap kami agak sakit jiwa alias error, dengan apa yang kami lakukan.

Namun satu hal yang pasti, tidak pernah sekalipun kami dibiarkanNya jatuh terpuruk.

Anakku Joan. Mungkin Joan merasa tidak adil, kenapa Joan yang sakit mama, padahal mama dan papa kan yang mau Tuhan bentuk. Kenapa harus Joan yang dibiarkan sakit?

Percayalah nak, hidupmu jauh lebih indah dari hidup orang-orang sempurna. Uluran tangan Tuhan selalu ada untukmu setiap waktu. Malaikat-malaikat penolong buatmu selalu disediakan nak. Kakak-kakak yang ada dirumah selalu dengan kasih merawat Joan, keluarga besar kita yang selalu berdoa untuk kita, orang-orang yang tidak kita kenal yang mendoakan dan menolong kita. Mama dan papa juga jamin, Tuhan berikan papa dan mama kasih yang sangat dalam buat Joan. Itulah yang orang lain cari-cari nak. Joan sudah dapatkan. Joan sudah menjadi saksi hidup dari Tuhan, akan arti hidup bersandar hanya pada pertolongan Tuhan.

Mama dan papa yakin, Joan pasti diberikan hidup yang bahagia dari Tuhan, termasuk kesembuhan yang sempurna. Dan Joan harus tau, kalau Joan sembuh, Joan akan memenangkan banyak jiwa-jiwa yang tadinya tidak kenal Tuhan, jadi ingin tau Tuhan siapa. Tidak ada kehidupan yang sia-sia ya nak.

Selamat ulang tahun ya nak. God made you special and He loves you very much. Mama dan papa juga sayang Joan teramat sangat.