Pertemuan dengan Pak Edi

Catatan: Kejadian ini sebenarnya sudah lama, udah lebih dari 2 bulan yg lalu. Tapi tetap kami tampilkan di sini karena berpengaruh sangat besar terhadap keluarga kami dan perkembangan iman kami.

Kami sebelumnya tidak kenal sama sekali dengan Pak Edi Sariatmadja. Kami kenal secara tidak langsung lewat Pak Samin, salah satu direktur di kantor Eva, yang dulu ngebantuin kami berangkat ke Jepang. Salah satu kenalan Pak Samin, Pak Max, menyinggung soal Pak Edi ke Pak Samin sewaktu mereka berdiskusi. Dia cerita kalau Pak Edi ini dulu mendapatkan mujizat kesembuhan untuk anak perempuannya. Jadi, melalui Pak Max, Pak Samin mengatur supaya kami bisa bertemu dengan Pak Edi di rumahnya.

Jadi, kami datang ke rumah Pak Edi. Kami bertemu dengan Pak Edi, Bu Sofi (istri Pak Edi), Pak Seno (dari AbbaLove) dan salah satu rekan Pak Seno dari AbbaLove. Tadinya kami hanya janjian ketemu dengan Pak Edi dan Bu Sofi. Tapi Pak Edi sempat sakit, jadi dia minta Pak Seno datang, siapa tau Pak Edi ngga bisa ketemu dan bisa diwakilkan ke Pak Seno. Ternyata Pak Edi nya ngga jadi sakit dan jadi kami bisa ketemu sama semuanya.

Perbincangan kami dimulai dengan cerita kami tentang kondisi Joan. Kemudian Pak Edi memberikan kesaksian tentang kesembuhan anaknya. Ada juga melibatkan Benny Hinn, walaupun bukan kejadian sembuhnya tidak pada saat itu juga, tapi 2 tahun kemudian. Pak Edi sempat menunjukkan hasil rekaman acara Benny Hinn waktu kejadian itu. Pak Edi juga berbagi tentang pergumulannya selama 2 tahun itu, bagaimana dia berusaha mendekatkan diri sepenuhnya pada Tuhan, bagaimana dia setiap hari menyisakan waktu untuk saat teduh, bagaimana dia selalu tumpang tangan untuk mendoakan anaknya, dan lain2. Kami juga banyak dapat masukan soal baptisan, soal pengakuan dosa, soal mengampuni, soal berserah pada Tuhan, dll. Benar2 sharing session yang sangat mengena ke hati kami.

Terus terang kami susah menjelaskan sepenuhnya di website ini, krn lebih banyak berhubungan dengan perasaaan yg susah diungkapkan dengan kata2. Tapi kami benar2 merasa Tuhanlah yg menuntun kami semua bertemu di sana saat itu. Aku dan Eva benar2 merasa Tuhan lagi menunjukkan pada kami, inilah jalan yang harus kami jalani, inilah arah yg harus kami tempuh. Tuhan lagi menunjukkan pada kami, apa saja yg masih kurang di hidup kami yg harus kami perbaiki, yang harus kami benahi.

Lewat pertemuan ini kami juga diperkenalkan dengan gereja AbbaLove. Setelah pertemuan ini, beberapa kali kami datang ke AbbaLove untuk gereja, di Istana Kana di Cikini.

Doakan kami terus ya. Kami tau masih banyak hal di dalam diri kami yang harus dibenahi, dan kami tau kami tidak akan mampu tanpa bantuan Roh Kudus. Doakan supaya kami bisa berpegang teguh pada janji Tuhan bahwa Dia akan menyembuhkan semua penyakit, termasuk penyakit Joan. Amin! Tuhan memberkati.