Joan 2 Tahun 6 Bulan

Tanggal 22 Januari, Joan genap berusia 30 bulan. Kadang-kadang lucu kalau bilang 30 bulan, karena orientasi orang selalu ke tahun, 2 tahun setengah =). Joan sudah mulai mengerti dan merasakan setiap kami merayakan ulang bulannya dengan bernyayi, potong kue, dan berdoa. Ulang bulan kali ini kami rayakan agak sorean, dan sejak malam hingga pagi, Joan gelisah dan tidak mau tidur sampai akhirnya acara potong kue dan dia pun tertidur =). Sangat bersyukur sekali rasanya, Tuhan selalu sediakan canda dan senyuman buat kami, sampai hal terkecil sekalipun.

Joan sekarang sudah mulai mengeluarkan suara yang lebih bervocal. Yang paling sering “mama”. Tapi juga mulai lebih “bandel”. Ketika speech therapy, dia akan mendongakkan kepalanya ke arah berlawanan supaya tidak bisa dipegang oleh bu Yuyuk. Dan setiap kali mama dan papanya menemani terapi, dia berubah jadi sangat cengeng, manja, dan tidak mau menurut. Sampai terapisnya juga menyarankan biar diterapi tanpa ada mama atau papanya. Buat kami berdua, ini suatu sukacita yang luar biasa. Joan sudah lebih peka dengan sekelilingnya dan mulai bisa mengeluarkan isi hatinya.

Sepatu terapi Joan sudah jadi. Satu sepatu pendek selutut, yang belakangnya disangga dengan bahan seperti plastik. Ini digunakan untuk meluruskan posisi pergelangan kaki Joan supaya tidak bengkok, karena kadang dia suka meluruskan atau membengkokkannya ke posisi yang salah. Sepatu yang pendek ini bisa sesering mungkin dipakai Joan. Saat duduk2 juga bisa, supaya membentuk posisi kaki khususnya pergelangannya ke arah yang benar. Satu sepatu yang tinggi sampai pangkal paha. Ini supaya kalau Joan diberdirikan dengan bola, tidak bengkok dan berbahaya. Jadi latihan lebih aman tanpa perlu kuatir dengan posisi kaki. Dan memang dengan sepatu ini Joan jadi lebih terarah posisi badan, kaki dan pergelangannya. Dan puji Tuhan, sepatu ini bisa begitu pasnya dikaki Joan langsung. Terimakasih pak Alfian, Tuhan memberkati. Supaya sepatu terapi ini lebih cantik, kami hiasi dengan sticker lucu-lucu seperti gambar hati. Sekarang jadi cantik sekali dipakaikan ke Joan, tidak seperti sepatu terapi. Dan matching dengan bajunya =).

Berdasarkan kami terakhir ke dokter Dwi, dia tidak mengatakan kondisi Joan baik. Kami menceritakan tentang kejut kejut Joan. Menurut dokter Dwi, selama kejut itu diakibatkan suatu hal, dia jengkel dengan riaknya, dia kaget dengan suara, dia baru bangun dan banyak riaknya (karena mulut Joan tidur masih suka terbuka), itu tidak apa-apa dan bukan kejang. Tapi dokter Dwi juga menyarankan kami merekam moment-moment Joan kejut-kejut, supaya dia bisa lebih memberitahu apa itu kejang atau bukan. Kami berdoa selalu supaya Tuhan membantu kami untuk tau apa yang harus kami lakukan dan memohon kalau kejut-kejut ini hanya hal biasa. Kami mohonkan doa buat anak kami. Biar perkembangannya selalu membaik.

Makanan Joan sudah jauh lebih keras sekarang. Dan mengunyah dengan indahnya. Tapi porsi makannya juga lagi banyak-banyaknya. Mungkin juga karena musim hujan. Kami selalu bersyukur Joan badannya sehat dan tidak pernah bermasalah dengan makanannya.

Doa kami di tahun yang baru ini, berkat Tuhan buat Joan selalu melimpah. Penyertaannya semakin nyata dan hanya namaNya saja yang dipermuliakan melalui semua hal yang kami alami. Terimakasih buat malaikat kecil kami Tuhan. Amin.