Tiga Tahun Dalam Pemeliharaan Tuhan: Joan 3 Tahun

Seperti biasa yang kami lakukan setiap tahun dalam perayaan ulang anak kami terkasih Jocelyn Irvana Anastasia Hutagalung, atau yang sering dipanggil Joan, dalam ulang tahun yang ketiga ini, kami juga ingin bercerita tentang pengalaman yang kami alami sebagai sebuah keluarga didalam membesarkan Joan bersama dengan Tuhan. Firman dan renungan yang sebelumnya kita baca (silahkan download buku acara dari bagian Download), ditunjukkan Tuhan tepat ketika kami bingung akan renungan yang ingin kami ambil untuk acara ulang tahun Joan. Bukan hanya firman dan renungannya saja yang Tuhan tetapkan, tapi pada saat itu juga Tuhan berbuat sesuatu bagi kami melalui Joan yang membuka mata kami akan pemeliharaan-Nya yang setia, dan mendorong kami untuk bersaksi tentang pemeliharaan-Nya bagi kami. Kami yakin banyak sekali yang telah mendoakan dan ingat akan Joan kami yang spesial. Walau mungkin doa dan ingatan itu sering sekali dibarengi atau diikuti dengan kesedihan karena begitu sayang dengan Joan. Kiranya kesaksian ini mampu mengubahkan semua kesedihan itu dengan ucapan syukur buat Tuhan. Karena kami sendiri mampu mengubah kesedihan kami dengan ucapan syukur, ketika kami benar-benar mengalami kasih setia Tuhan saat Joan bersama kami 3 tahun ini.

Awal tahun ketiga Joan, diawali dengan test EEG yang harus dijalaninya atas permintaan dokter syaraf Joan untuk mendeteksi gelombang elektro di otak Joan yang tidak wajar, yang juga mengakibatkan gerakan-gerakan kejang kejut pada Joan. Kami juga mengirimkan sms ke seluruh keluarga minta agar test EEG Joan didoakan. Puji Tuhan, ketika hasil EEG kami dapatkan, dr Dwi menyatakan bahwa keadaan Joan semakin jauh lebih baik, dengan adanya pengurangan yang signifikan dari aktivitas abnormal dalam otak Joan. Kami senang sekali mendengar hal itu. Tuhan memberikan kekuatan dan harapan baru bagi kami dengan kondisi Joan yang semakin membaik. Kami juga melihat perkembangan-perkembangan pada Joan, terutama banyaknya respon yang muncul. Joan bisa menggerakkan tangannya kalau menolak sesuatu yang dia tidak suka, ataupun membuat suara-suara balasan setiap kali marah, senang atau memang dia ingin cerewet saja. Memang suara Joan agak fals =)

Terapis-terapis Joan juga merasakan adanya perkembangan pada Joan. Fisioterapisnya mulai melatih respon Joan untuk berdiri dan menapak, dengan membuatkan sepatu khusus yang dapat menyangga pergelangan kakinya, membentuk telapak kakinya dan juga menyangga lututnya. Joan juga dibuatkan kursi khusus yang menstimulasi badannya untuk bisa duduk tegak. Sebenarnya waktu pertama dibuatkan sepatu dan kursi khusus, eva sangat takut dan sedih. Melihat kaki Joan yang kecil dalam sepatunya yang tidak biasa bentuknya, atau mendengar amarahnya kalau mau dipasangkan sepatu. Belum lagi ikatan-ikatan yang ada di kursi khususnya seperti membatasi gerakan Joan. Tapi kami sadar bahwa kami sudah mendoakan semuanya dan telah berkomitmen menyerahkan seluruhnya ke dalam pemeliharaan Tuhan. Tuhan seperti melengkapi kami dengan kekuatan yang sebelumnya kami tidak bisa lakukan. Untuk membalikkan kesedihan dan ketakutan itu, kami menghiasi sepatu dan kursi Joan dengan sticker anak-anak. Terapis Joan juga mengatakan kalau sekarang melatih Joan seperti bermain-main, karena Joan bisa teriak, marah, atau menangis manja, bahkan kadang bisa memakai jurus pura-pura tidur. Saat latihan, dia menguap, menutup mata, namun ketika terapisnya cuci tangan setelah selesai, Joan membuka matanya lagi seperti tidak mengantuk. Tapi dia sudah mencapai misinya, terapinya berhenti =) Dari siapa ya bandelnya? =)

Selain terapi fisik, Joan juga speech therapy, yang pada intinya melatih gerak anggota mulutnya dan respon indranya. Hal terindah adalah ketika Joan berucap kata “mama”. Rasanya mau teriak karena senangnya. Sekarang Joan sudah bisa menggerakkan bibir dan mulutnya menunjukkan emosinya. Ia juga mulai mengunyah makanan yang lebih keras, serta menggigit-gigit biskuit barunya. Kadang, mata Joan juga mulai merespon. Kami bersyukur kalau Tuhan selalu bantu kami secara finansial dan emosional untuk bisa menyediakan terapi-terapi terbaik buat Joan. Tuhan aturkan semuanya buat kami. Setiap hari kami berdoa buat anak cacat yang lain, supaya orang tuanya juga diberikan kemudahan untuk bisa memberikan perawatan yang terbaik buat anak mereka, seperti yang Tuhan berikan buat Joan. Kami dulu tidak pernah sedetikpun mendoakan anak-anak cacat lain. Joan membantu kami untuk lebih peka bahwa banyak hal yang penting untuk didoakan selain keluarga yang kita kenal. Dan ketika kami mendoakan orang lain, kami merasakan kasih dan rasa syukur dalam hati kami. Indah sekali.

Di bulan Maret yang lalu, kami datang ke acara KKR Benny Hinn di Ancol dan seminarnya di Jakarta Fair. 1 minggu sebelum acara, kami belum mendapatkan undangan, bahkan kepastian tentang bagaimana caranya hadir dalam acara tersebut. Kami hanya yakin kalau memang Tuhan mau kami datang ke acara itu, Dia pasti bantu. Setiap orang yang bertanya, kami jawab saja: “Selama ini kami selalu disediakan tiket, kami yakin kali ini juga.” Ajaib Tuhan, tidak tanggung-tanggung pertolonganNya. Joan mendapatkan tikect VIP untuk ke KKR dan juga untuk seminar. Ketika seminar, hanya Eva yang datang. Waktu KKR, Joan tidak bisa masuk karena begitu banyaknya orang yang hadir. Namun acaranya berganti jadual karena ada sedikit masalah. Tanpa kami sadari, begitu sayangnya Tuhan dengan Joan kami, pergantian jadwal itu diizinkan supaya Joan bisa hadir ke acara itu, duduk paling depan, di ruangan yang lega. Dalam acara itu kami diingatkan, bahwa bukan kuasa-Nya yang perlu dicari, tapi Tuhan dan sifat-sifat yang melekat pada-Nya yang perlu dicari. Kuasa akan ditambahkan diatas pengenalan akan Tuhan.

Selama ini, kami selalu berdoa untuk mukjizat kesembuhan bagi Joan. Tetapi Tuhan sadarkan kami, tidak tau kapan dan bagaimana. Mukjizat itu sudah ada disekitar kami. Joan demam disembuhkan dengan kuasa Tuhan, malahan obat2nya yang menambah sakitnya. Joan selalu disayangi semua orang mulai dari keluarga yang kami kenal, sampai yang bukan keluarga seperti terapis, dokter dan kakak-kakaknya yang merawat dia. Tuhan mengubahkan eva dan irving menjadi pribadi yang berbeda, yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan untuk kondisi keluarga kami yang diizinkan-Nya. Semua dalam pemeliharaan-Nya yang dinyatakan melalui mukjizat2 kecil disekitar kami.

Mungkin kata mukjizat adalah suatu kata yang sulit dimengerti. Tapi ketidakmengertian itu kami anggap wajar, karena mukjizat itu datang dari Tuhan yang Maha Tau dan bahagian dari rahasia Tuhan. Untuk apa kami berusaha mengerti dengan keterbatasan akal pikiran kami sebagai manusia. Akan lebih positif jika hanya percaya, berdoa senantiasa dan menanti dengan harap. Kami banyak mendoakan mukjizat terjadi buat semua orang yang kami kenal membutuhkan mukjizat itu, termasuk keluarga kami. Kadangpun kami kecewa, karena yang terjadi tidak seperti yang kami harapkan. Namun kami diajarkan satu hal, bahwa kami harus yakin doa akan mukjizat yang kami panjatkan buat orang-orang yang membutuhkannya tidak akan pernah sia-sia, dan Tuhanlah yang akan tetapkan bentuknya dan waktunya.

Kali ini kami juga ingin bercerita kalau kami juga melewati masa sulit dalam pergumulan kami membesarkan Joan.

Ketika kami membawa Joan ke sekolah minggu, Joan kadang jadi bahan olok2 teman2nya. Anak-anak itu memasukkan jarinya yang kotor ke mulut Joan yang belum bisa tertutup sambil menertawakannya. Atau mereka melihat Joan karena Joan tidak pernah bisa melihat gurunya ke depan atau tidak merespon cerita seperti mereka. Mereka juga bertanya kok Joan sudah mau 3 tahun masih belum bisa berdiri, duduk atau tepuk tangan waktu bernyanyi. Kami sempat rasanya malas membawa Joan ke sekolah minggu. Apalah artinya ya Tuhan kalau Joan hanya duduk diam? Kalau bukan karena kekuatan yang datang dari Tuhan, kami tidak akan setia membawa Joan ke sekolah minggu. Kalau sampai Joan besar nanti tau kami tidak membawa dia sekolah minggu karena malas atau kecewa, pasti kesaksian dia nanti jadi jomblang. Kami harus kuat. Kami berdoa setiap akan ke sekolah minggu, mohon roh kudus Tuhan hadir dalam hati dan pikirannya sehingga apa yang dia dengar lewat firman dan pujian menjadi sesuatu yang menyiapkan dia untuk menjadi pelayan Tuhan saat dia sembuh nanti. Kami juga berdoa mohon Joan diberikan sahabat. Dan Tuhan jawab, satu orang teman sekolah minggu Joan, Gabi namanya, selalu mendatangi dia, membelai rambutnya, mengambilkan bahan mewarnai buat Joan, dan memperhatikan Joan dengan tatapan sayang. Ajaib Tuhan.

Kami juga sering bingung ketika begitu banyak tawaran untuk membawa Joan ke pengobatan alternatif atau pendekatan lainnya. Kadang kami bertanya, apa ketika kami mendapat tawaran seperti itu berarti itu jalan Tuhan? Apa kalau kami tidak ikuti kami sedang menyia-nyiakan jalan yang Tuhan buka? Tapi kalau kami lakukan, apa kami berarti tidak setia akan komitmen kami pada Tuhan? Mana yang benar? Hanya Tuhan yang tau. Hanya satu hal yang kami lakukan. Kami berdoa. Apapun keputusan kami, baik kami pergi ke pengobatan itu, atau tidak, kami yakin dengan doa yang kami sampaikan Tuhan akan gerakkan kami ke arah yang Dia mau. Dan kalaupun keputusan kami salah, Tuhan adalah setia dan guru yang baik. Dia biarkan kami belajar dari setiap kesalahan kami. Dan Dia akan buka lagi beribu2 jalan buat kesembuhan Joan.

Setiap hari ada kekuatiran di hati kami buat Joan. Ada saat dimana itu semua membuahkan kekecewaan dihati kami bahkan putus asa. Tapi terimakasih Tuhan. Pemeliharaan-Mu tetap nyata dan semakin nyata dalam setiap kekecewaan dan keputusasaan itu. Ketika kami belajar berserah, berdoa dan berharap dalam iman, pertolongan itu selalu datang, tidak pernah terlambat. SUNGGUH.

Joan, mama dan papa mau bilang ke Joan, kalau apapun yang terjadi nantinya dalam kehidupan Joan nakku, papa dan mama tidak pernah menyesal dan kecewa. Joan sudah memberikan arti akan cinta Tuhan dan mengasihi tanpa syarat buat papa dan mama. Mungkin Joan sudah biasa dengan ulang tahun, karena tiap bulan pun papa dan mama merayakannya buat Joan. Tapi papa dan mama selalu yakin, bahwa akan ada saat perayaan ulang tahun atau ulang bulan Joan nanti, Joan yang akan menulis kesaksian ini, Joan yang akan bercerita tentang semua kebaikan Tuhan yang Joan alami. Mama dan papa yakin buat hal itu. [Amin] Joan tidak pernah boleh malu akan apa yang diberikan Tuhan buat Joan. Karena seperti mama dan papa selalu bilang setiap ulang tahun Joan:

Hidupmu jauh lebih indah dari hidup orang-orang sempurna. Uluran tangan Tuhan selalu ada untukmu setiap waktu. Malaikat-malaikat penolong buatmu selalu disediakan nak. Mama dan papa juga jamin, Tuhan berikan papa dan mama kasih yang sangat dalam buat Joan. Itulah yang orang lain cari-cari nak. Joan sudah dapatkan. Joan sudah menjadi saksi hidup dari Tuhan bagi semua orang, akan arti hidup bersandar hanya pada pertolongan Tuhan.

Mama dan papa yakin, Joan pasti diberikan hidup yang bahagia dari Tuhan, termasuk kesembuhan yang sempurna. Dan Joan harus tau, kalau Joan sembuh, Joan akan memenangkan banyak jiwa-jiwa yang tadinya tidak kenal Tuhan, jadi ingin tau Tuhan siapa. Tidak ada kehidupan yang sia-sia ya nak.

GOD MADE YOU SPECIAL AND HE LOVES YOU VERY MUCH.