Joan 3 tahun 4 bulan

Tanggal 22 November kemaren, Joan genap 3 tahun 4 bulan. Puji Tuhan! Kami semakin bersuka cita melihat perkembangan dalam diri Joan. Dia semakin banyak memberikan respons, misalnya menolehkan kepala ke arah suara yang memanggilnya. Dia juga semakin manja kalau aku dan Eva ada di rumah, agak cemburu kalau ada anak kecil lain yang bermain-main dengan Eva, dll. Kami senang sekali melihat perkembangannya.

Dr Dwi juga sudah mulai memperhatikan perkembangan Joan. Waktu terakhir kali kami konsultasi, Joan mau duduk tenang dipangku sama Eva dan menggerakkan kepalanya, melihat ke kiri dan ke kanan. Dr Dwi jadinya memperhatikan, dan menggerakkan tangannya untuk memancing perhatian Joan. Senang juga melihat dokternya Joan akhirnya bisa melihat perkembangan Joan.

Kami juga membawa Joan ke Dr Pudji karena diminta oleh Bu Retno. Sepatu terapi Joan sudah kekecilan, dan Bu Retno mau membuat sepatu terapi yang baru. Untuk memastikan perkembangan struktur tulang Joan dan untuk memastikan bentuk yang pas, Bu Retno minta Joan di bawa ke Dr Pudji untuk diperiksa sekaligus untuk rontgen. Jadi Joan di rontgen kakinya di RS Thamrin. Kami sempat takut juga kalo entar Joan gelisah waktu di rontgen, tapi Tuhan sudah atur supaya Joan tidur nyenyak dan mudah sekali waktu di rontgen.

Kami juga sempat khawatir mengenai hasil rontgen nya, tapi ternyata Tuhan juga yang mengatur supaya hasilnya bagus. Dr Pudji bilang tidak ada masalah dengan struktur tulang kaki Joan, yang lemah adalah ligamen otot di pergelangan kakinya. Jadi kalau selama ini Joan masih belum bisa berdiri, itu bukan karena tulangnya lemah, tapi karena memang ototnya belum kuat. Dr Pudji akan atur dengan Bu Retno supaya dibuat sepatu terapi yang akan membantu Joan latihan berdiri dan membantu menguatkan otot-ototnya.

Kami sempat kesulitan dengan kereta dorong (baby stroller) Joan, karena badan Joan yang makin besar. Kereta yang sekarang sudah terasa sempit. Jadi, kami mulai cari-cari kereta yang lebih besar dan lebar. Kami sempat lihat2 merk Quinny, Maclaren, Baby Jogger dan Peg Perego, baik di website mereka ataupun di toko-toko. Akhirnya pilihan kami menyempit jadi Quinny Zap, Quinny Speedy, Maclaren Ryder, dan Maclaren Major Elite. Yang terakhir ini memang khusus untuk special needs, jadi cocok banget untuk Joan. Tapi, kalo soal kenyamanan, memang berbeda dari yang lainnya. Quinny Zap dan Speedy memang besar dan lebar, tapi juga agak cenderung bulky dan besar sekali kalau dilipat. Maclaren Ryder sama ukurannya seperti kereta biasa, tapi bahannya yang suede pasti nyaman sekali untuk Joan.

Kami atur dengan distributor Maclaren di Indonesia untuk memberikan sample produk mereka ke toko Play and Learn di Kemang Square, karena toko itu juga menjual produk2 Quinny. Kami juga bawa Joan langsung ke sana untuk test langsung, cocok atau tidak. Maclaren Ryder ternyata sama ukurannya dengan kereta yang sekarang, jadi tetap kesempitan. Quinny Zap dan Speedy memang lapang, tapi sangat bulky dalam kondisi terlipat. Maclaren Major Elite memang sangat “basic” karena memang bentuknya seperti kursi kecil yang didorong. Tapi kami masih bisa pesan asesoris-asesoris tambahan, seperti tambahan bantalan kiri-kanan, penyangga dada, keranjang, dll. Akhirnya kami jadinya beli Maclaren Major Elite dengan catatan, nanti kami akan pesan asesorisnya.

Sambil menunggu asesori tambahan, kami buka kembali kereta Joan yang lama, yang dulu kami beli sebelum Joan lahir. Ternyata kereta yang ini juga lebih besar daripada kereta yang sekarang, walaupun masih tetap lebih kecil daripada Maclaren Major Elite. Jadi, kami akan pakai kereta yang ini dulu, kalau udah ngga muat, baru kami akan pakai Major Elite nya. Lagian, kami tetap percaya bahwa mujizat Tuhan akan terjadi bagi Joan, dan bisa saja Joan tidak akan butuh kereta dorong lagi. Amin!

Kami mohon doanya terus untuk Joan ya, supaya terus ada perkembangan buat Joan, dan mujizat kesembuhan yang sempurna akan datang bagi Joan. Tuhan memberkati.