Joan Kami sudah 43 Bulan: Joan 3 tahun 7 bulan

Puji Tuhan, bertambah 1 bulan lagi usia malaikat kecil kami Joan. Kami sangat berterimakasih buat perhatian dari orang2 yang selalu menanyakan perkembangan anak kami dan memberikan dukungan doa buat Joan. Tuhan memberkati.

Bulan ini cuaca kurang bersahabat, hujan dan dingin. Joan kangen dengan matahari, yang merangsang riak dari alergi udaranya. Riak Joan sangat banyak hingga menyulitkan dia makan terutama minum susu (karena berlemak), bahkan tidurnya pun agak terganggu. Joan jadi agak lesu, dan yang mengkhawatirkan, kejut-kejutnya semakin bertambah. Puji Tuhan, anak kami tetap mau mengkonsumsi biskuit favoritnya, maupun bubur hangat yang kami kurangi kadar lemaknya (kurang daging dan lebih dihaluskan). Joan juga kami tambahkan terapi yang merangsang dia membatukkan riaknya, dan membantu melemaskan otot2nya, membantu dia lebih enak tidur. Puji Tuhan buat semuanya yang kami bisa lakukan, membuat Joan tidak sampai demam tinggi ataupun perlu mengkonsumsi antibiotik.

Kejut-kejut Joan yang cukup banyak yang cukup mengkhawatirkan membuat kami melakukan test EEG buat Joan. Memang seharusnya Joan rutin 6 bulan 1 kali melakukan test EEG ini, kali ini agak telat, setelah hampir setahun baru test lagi. Hasil test EEG Joan menunjukkan ada peningkatan gelombang yang membuat dia kejut-kejut. Kami tidak pungkiri, sedih sekali mendengarnya. Apalagi melihat Joan yang waktu kami bawa ke dokter, ketika dokter menerangkan semuanya, dia ikut terdiam dan bengong. Padahal biasanya paling cerewet kalau ke dokter. Pasti anakku juga mengerti. Kami berusaha mengusir kesedihan kami. Doa kami supaya kami diberikan kekuatan untuk selalu yakin maksud Tuhan yang terbaik buat anak kami dan keluarga kami. Kami bersyukur, dibalik semua kejut-kejut Joan, banyak perkembangan yang kami lihat. Semakin responsif dan aktif. Dokter Joan memutuskan untuk mengganti obat Joan, dari Luminal menjadi Carbamezapine. Waktu eva mencoba obat ini, terasa lebih pahit dan kental, Joan marah-marah dan membatukkan obat ini. Tapi secara kasat mata, memang Joan lebih berkurang kejut-kejutnya, dan tidur lebih enak. Memang juga dikarenakan semakin banyak matahari akhir-akhir ini.

Selain EEG, Joan juga di test darah, untuk pengecekan rutin. Dengan Joan banyak mengkonsumsi obat, dokter ingin memastikan obat2 itu tidak berpengaruh jelek buat ginjal dan hatinya. Kami sangat bersyukur hasilnya bagus. Tuhan jaga hati dan ginjal anak kami untuk dapat menangkal efek obat2nya.

Bulan ini, sepupu Joan, Nia, anak adeknya Eva, tinggal dirumah kami. Benar-benar kami dilatih untuk dapat membuang jauh-jauh rasa sedih kami, melihat perbedaan yang signifikan antara Joan dan sepupunya Nia yang bertaut 1 tahun usianya dibawah Joan. Tapi kami juga melihat sisi baik dari semuanya, Joan jadi semakin cemburuan, Joan semakin cengeng dan minta banyak perhatian. Puji Tuhan, Nia anak yang diberikati Tuhan, dia menyayangi Joan. Walau kadang sering merebut mainan ataupun barang-barang Joan, tapi caranya membuat kami selalu tergelak. Nia suka sekali memeluk Joan, mencium Joan, bahkan waktu Joan batuk karena riak, Nia ikut mengelus punggungnya dan berkata: “Kakak, jangan batuk ya. Baik-baik ya.” Ha… ha….ha….. Puji Tuhan.

Kami tidak banyak membawa Joan keluar rumah bulan ini. Cuaca yang kurang bersahabat membuat kami lebih khawatir membawanya ke luar.
Terimakasih Tuhan buat hari-hari yang kau rancangkan dalam 1 bulan ini buat Joan kami. Kami tetap percaya akan penyertaan-Mu dan pada kasih-Mu bagi kami. Kami yakin, semua yang kau jadikan dalam setiap hari-hari anak kami, akan mendatangkan kebaikan bagi kami, yang semuanya kembali hanya bagi kemuliaan-Mu. Amin.

Tuhan Yesus memberkati.