Jalan-jalan ke Bali

Kami baru kembali dari liburan pertama kami dengan Joan. Selama 4 hari, 15 sampai 18 Mei, kami membawa Joan ke Bali. Dengan alergi Joan ke udara dingin, kami pikir liburan ke pantai akan cocok buat Joan. Kami pun memilih kota Sanur untuk menetap, kota sunrise nya Bali.

Kami berangkat siang hari, dan tiba di Bali pukul 2 siang. Joan selama di pesawat sangat tenang, saat take off Joan tidur, lalu saat mau landing joan makan. Puji Tuhan. Kami langsung dijemput oleh kendaraan yang memang kami sewa sebelumnya, dan langsung menuju penginapan. Kami menginap di Aston Legend Villa Sanur. Villa baru, masih bersih, dengan kolam renang, dapur, ruang makan dan ruang tamu.

Setibanya di hotel, Joan langsung diberi snack dan obat, mandi dan setelah dia tenang, baru kami beberes kamar. Kami sangat puas dengan kamar kami di Villa No.2 Sandet. Semua sesuai dengan yang kami bayangkan, termasuk Setelah memberikan Joan makan sore, kami berangkat makan malam di pantai Jimbaran. Tadinya kami mau ke cafe menega, cuma karena berdasarkan informasi sedang direnovasi, kamipun makan di Jimbaran Selatan, Fortuin. Suasana cukup menyenangkan, angin sepoi-sepoi, lilin-lilin, desir ombak dan alunan lagu. Kami memesan ikan, udang, cumi dan lobster. Agak banyak sih. Lapar mata. =) Joan juga ikut ngesnack. Dan seperti yang kami duga, dia malah terkantuk-kantuk dengan angin pantai. Pulangnya, kami sempat singgar di supermakert Hardy.s Sanur, membeli bahan-bahan untuk memasak makanan Joan besok.

Setibanya di hotel, setelah beberes dan memberikan Joan obat dan makanan penutup, malam hari kami tutup dengan saat teduh.

Keesokan harinya, eva langsung bangun untuk masak makanan Joan. Tanpa kami atur, kamar yang kami tempati menghadap timur, saat matahari terbit, langsung menyinari tempat tidur dan Joanpun berjemur sambil tidur. Puji Tuhan. Joan bangun dan seperti biasa, makan, minum obat, mandi. Tujuan hari ke dua adalah ke pantai. Kami diantar dari hotel ke pantai. Villa tidak memiliki pantai pribadi, jadi kami ke pantai umum. Terus terang agak kotor. Pantai di Sanur tapi ombaknya lebih kecil. Kami agak kesiangan, jam 10.30, sehingga mataharinya sangat menyengat. Tapi di sepanjang pantai sanur, sudah ada trotoar buat pejalan kaki dan bersepeda. Kami pun dengan kereta dorong menyusuri pantai. Kami berhenti di Hyatt Sanur, penasaran karena adalah salah satu pilihan penginapan kami. Kami makan siang di restorannya, sebenarnya Joan yang makan. Mukanya sudah marah banget karena terpanggang matahari. =) Lucu melihat mulutnya monyong, karena kesal. Kami kembali dengan berjalan di pinggiran jalan kota Sanur. Banyak pertokoan.

Setelah mandi dan beberes, kami sorenya berangkat ke Galuh, di dekat Ubud, untuk belanja. Pilihannya cukup banyak, dengan fix price, jadi tidak report nawar. Yang paling penting sebenarnya, kami bisa membawa Joan dengan kereta dorongnya sambil belanja. Kalau ke pasar Sukowati mungkin lebih susah karena lorong-lorongnya agak kecil. Kami membeli oleh-oleh seadanya buat adek-adek sepupunya Joan, kakak-kakak yang menjaga Joan dirumah dan beberapa yang lain. Kami juga dapat diskon 50%.

Dari Galuh, kami makan di Made.s Warung, Kuta. Kami memesan, lumpia udang, sate babi, nasi goreng made dan rujak. Setelah itu kami menyusuri Kuta. Penasaran saja melihat Kuta. Daerahnya jauh lebih ramai, banyak pertokoan di sepanjang jalan. Namun sulit juga buat kereta dorong, karena begitu ramainya. Kami berhenti di depan Pizza Hut, Irving merekam suasana pantai kuta sore hari.

Setibanya di hotel, setelah beberes dan memberikan Joan obat dan makanan penutup, malam hari kami tutup dengan saat teduh.

Hari ke tiga, setelah berjemur matahari di tempat tidur, kami ajak Joan berenang. Pertamanya dia marah karena dingin. Namun lama-lama Joan terbiasa juga. Kami senang sekali rasanya. Joan sudah bisa diajak bermain di kolam berenang. Ada perlawanan, tapi sudah bisa diajak bermain. Puji Tuhan.

Setelah beberes, kami makan siang di Bumbu Bali Benoa. Memang jauh, tapi namanya juga niat. Sekalian memang mau lihat lebih banyak kota-kota di Bali. Makanannya enak, dengan porsi gede. Kami pesan nasi campur bali. Kami sangat puas dengan makanan bali di Bumbu Bali. Setelah makan, kami menyusuri Benoa, dan mencari hotel Bali Khama. Ingin membawa Joan kembali ke Bali dan menetap disana. Lalu kami juga ke Nusa Dua. Melihat suasananya saja. Eva sempat turun di Grand Hyatt Nusa Dua, karena penasaran. Kami dulu berniat untuk menetap di sini.

Pulangnya, kami minta dibuatkan romantic dinner setting di kamar. Kolam dihiasi dengan bunga pink dan merah, dikelilingi lilin. Indah sekali. Kami makan bertiga di meja makan dan berdoa untuk ucap syukur. Liburan pertama kami begitu baik diatur Tuhan dan semua berjalan lancar.

Kami pulang dari Bali pukul 12 dan tiba di jakarta sekita pukul 1.30. Puji Tuhan. Kami melihat Joan senang sekali dengan liburan pertamanya. Kami ingin kembali membawa Joan liburan lain waktu. Kami berdoa supaya nanti Joan sudah bisa berjalan sendiri. Kami pasti bisa membawa dia menyusuri pantai dan merasakan pasir dan ombak dengan kakinya. Doakan Joan ya.