Joan kami sudah 46 bulan

Puji Tuhan, bertambah 1 bulan lagi usia malaikat kecil kami Joan. Kami sangat berterimakasih buat perhatian dari orang2 yang selalu menanyakan perkembangan anak kami dan memberikan dukungan doa buat Joan. Tuhan memberkati.

Bulan ini kami memberikan hadiah jalan-jalan ke Bali buat Joan. Buat Joan ini adalah perjalanan tamasya keluarga pertama. Tadinya sih rencananya ingin membuat perjalanan ke Bali sebagai perayaan ulang tahun perkawinan kami. Tapi kami pikir, hadiah perkawinannya harus dibawa juga dong, anak kami Joan tentunya. Tanpa Joan, mungkin kami juga tidak bisa menjalani 5 tahun usia perkawinan kami. Dia banyak mengajarkan kami untuk bisa saling mengasihi. Guru yang diberikan Tuhan buat perkawinan kami.

Awalnya kami sangat takut. Kami sudah menyiapkan segala sesuatunya. Mulai dari memilih hotel yang paling convenient buat Joan, transportasi, tempat makan sampai ke menu makanan di restoran itu =) dan juga tempat kunjungan lainnya. Kami juga mendoakan rencana itu setiap hari. Banyak tantangannya, mulai dari pekerjaan Eva, pekerjaan Irving, sampai finansial. =) Tapi saat tantangan itu datang, justru kami makin merasakan campur tangan Tuhan, dan kami yakin Dia setuju Joan dibawa jalan-jalan, dan kami dapat membuang ketakutan kami.

Udara sudah mulai berganti panas. Walau kadang mengherankan hujan dan dingin masih tetap ada. Terakhir kami membawa Joan ke dokter, sekalian membawa hasil test darahnya. Kami sampaikan ke dokter, kalau berdasarkan kasat mata, kami melihat Joan makin banyak kejut-kejut kecilnya. Solusinya adalah penambahan porsi obat Joan. Tapi dokter berusaha memastikan dulu kalau itu karena porsi obat yang dikonsumsi Joan masih kurang dan tidak sampai berlebihan. Dari hasil test darahnya, ternyata kada obat Joan sudah cukup sehingga tidak perlu dinaikkan. Kami hanya berdoa bahwa itu hanya kasat mata kami saja dan Joan kejut-kejut karena justru respondnya yang meningkat, walau masih sulit dikontrol oleh otaknya.

Kami juga membawa Joan ke dokter gigi. Gigi Joan tambahalannya lepas waktu di Bali. =) Joan lagi tidur waktu kami bawa ke dokter gigi. Dia marah besar waktu diobati dokter, walau tetap matanya tetap tertidur. Karena memang tambalannya di depan dan tidak terlalu mengganggu, Joan tetap tidur sambil marah-marah. Kami mungkin satu-satunya orang tua yang senang sekali mendengarkan tangisan Joan yang keras dan kakinya yang menendang-nendang karena marah. Puji Tuhan.

Joan juga bulan ini bertambah teman baru. Emma namanya. Kami mengucap syukur kalau anak kami Joan boleh menjadi berkat dan penguatan buat teman-temannya. Kami sendiri sebagai orang tua Joan juga semakin dikuatkan. Tambah lagi ya doa nya. Doakan juga teman Joan ya, emma. Kami selalu yakin, doa setiap orang akan selalu menjadi berkat buat Joan.

Tuhan Yesus memberkati.