Jalan-jalan ke Anyer

Ulang Tahun Joan yang ke-4 kami rayakan dengan jalan-jalan ke Anyer, tanggal 29 Juli kemaren. Kami satu rombongan besar: Irving, Eva, Joan, Kak Imah, Sri, Awal, Papa-Mama Eva, Ijos, Wiwi, Tesa, Nia, Jonathan, Ayang dan Ranti. Binsar ngga bisa ikut karena lagi training ke Malaysia dan Edim ngga bisa ikut karena lagi ada acara kawinan sepupunya di Bali. Kami jadinya ber-15 dan ngga mungkin naik mobil sendiri karena ngga ada Binsar dan Edim. Jadi, kami charter bus dari Big Bird. Kami terpaksa charter yang untuk 25 orang, karena ukuran yg lebih kecil adalah 12 orang dan ngga cukup. Tapi ternyata ukuran bus nya pas juga, karena ada banyak barang yg harus masuk ke dalam bus karena tempat barang di bawah sudah penuh. Ditambah lagi dengan ada 3 anak kecil, jadinya memang pas kalo bus nya agak lapang dikit.

Kami jalan dari apartemen hari Jumat sekitar jam 9 pagi, dan sampe di Anyer sekitar jam 12. Kami menginap di Sol Elite Marbella. Hotelnya sebenarnya bagus, dengan fasilitas yang lengkap, seperti kolam renang yg luas, lapangan olah raga (tenis, basket, dll), dan akses ke pantai yg bagus dengan pasir putih dan banyak fasilitas olah raga air (jet ski, banana boat, selancar mini, dll). Tapi, kekurangannya adalah kondisi gedung hotelnya yg agak tidak terawat. Banyak bagian dinding hotel yg terlihat berlumut, dan banyak fasilitas hotel yg sudah rusak, seperti taman bermain anak.

Kami memesan 1 ruangan Executive dan 1 ruangan Studio. Tipe Studio itu seperti kamar hotel biasa, 1 tempat tidur king size dan 1 kamar mandi, plus dapur. Papa-Mama Eva yg tidur di kamar ini. Tipe Executive itu di dalamnya ada 2 kamar tidur, 1 besar dan 1 kecil. Kamar tidur yg besar dengan kamar mandi di dalam. Ada 1 kamar mandi lagi di luar, plus ruang keluarga untuk TV dan meja makan. Dapur lengkap dengan kulkas, microwave, kompor dan tempat cuci, tapi semua peralatan masak harus bawa sendiri. Ada juga kamar mandi kecil di belakang, tapi kondisinya kurang layak untuk dipakai, jadi kami pakai hanya untuk cuci kaki saja. Kamar tidur yg kecil di pakai oleh Tesa sekeluarga: Tesa, Nia, Jonathan, plus Ayang dan Ranti tidur di bawah dengan kasur lipat. Kamar tidur yg besar dipakai oleh Eva, Joan dan Wiwi (tempat tidur besar), Irving (extra bed) dan Kak Imah, Sri dan Awal (kasur lipat). Ijos tidur di sofa ruang keluarga yg bisa dibuka jadi tempat tidur.

Setelah kami sampai dan makan siang, kami semua turun ke kolam renang untuk berenang. Tadinya kami mau langsung ke pantai, tapi karena matahari terik sekali (Anyer menghadap ke Barat), kami ngga berani bawa anak-anak ke sana. Berenang di kolam juga asyik kok. Aku dan Eva bawa Joan juga berenang, tapi dia terus-terusan mengigil dan mengejangkan badannya karena airnya yg dingin. Kami memang sudah lama ngga bawa dia berenang di apartemen, jadinya dia ngga biasa lagi dengan air dingin. Kami paksakan juga agak lama, kami bawa dia keliling-keliling kolam, tapi karena dia tetap mengigil, kami jadi takut juga dan langsung bawa dia keluar kolam. Jadinya Joan banyakan berjemur di tepi kolam aja. Kalo Nia sih senang banget berenang, bahkan sampe sulit diajak keluar.

Kami makan malam di hotel, tapi dengan makanan yg kami bawa dari Jakarta. Cukup banyak juga yg kami bawa, jadinya cukup untuk semua orang.

Hari kedua, pagi-pagi setelah sarapan, kami ke pantai. Joan juga ikut. Kami dudukkan dia di pasir pantai, sambil kami main-main pasir. Kami coba timbun kakinya dengan pasir, supaya dia bisa betul-betul merasakan pasir. Gelombang dari laut juga sering menyapu ke pantai, jadinya Joan (dan Eva) sering terbenam air juga. Mereka posisinya duduk, jadi kalau gelombang air datang, bisa sampai sepinggang. Joan juga sering bereaksi kalau gelombang datang. Kadang-kadang dia coba tarik kakinya, atau dia angkat tangannya yang kena air. Mukanya juga keliatan kalo dia sebel karena kena pasir dan air.

Setelah puas, kami kembali ke hotel. Semuanya langsung mandi, soalnya kotor banget dengan pasir dan air laut. Siangnya, kami makan di restoran Valentine di seberang hotel. Kami makan seafood, lumayan juga rasanya. Setelah itu kami kembali ke hotel dan istirahat.

Sorenya, kami kembali ke kolam renang. Kali ini Joan ngga berenang, soalnya dia agak demam, mungkin terlalu capek. Kan dia ngga biasa setiap hari olahraga seperti ini. Sebenarnya yang lain juga udah pada capek, tapi karena Nia pengen banget berenang, jadinya harus ditemenin deh.

Malamnya, kami adakan kebaktian ucapan syukur untuk ulang tahun Joan. Di dalamnya ada kesaksian dari aku dan Eva mengenai kehidupan Joan 1 tahun ini. Kesaksian itu udah aku posting di sini juga.

Setelahnya, kami makan malam. Sebagian makanan kami pesan dari Valentine lagi. Kami juga beli udang dari penjual yg di tepi pantai, soalnya murah banget dibandingkan di Jakarta. Puas deh pokoknya.

Hari terakhir, sejak pagi kami udah siap-siap untuk ngepak, supaya bisa berangkat cepat. Biasanya hari Minggu kan macet tuh kembali ke Jakarta. Jadi, kami dari Anyer udah jalan sejak jam 11. Kami pesan nasi kotak dari Valentine, supaya bisa kami makan di bus selama di jalan. Enak juga kok bisa makan di bus rame-rame.

Kami sampai kembali di apartemen sekitar jam 2 siang dan langsung gereja jam 3 sore. Baru setelahnya kami istirahat semua karena capek.

Begitulah cerita perjalanan kami ke Anyer untuk merayakan ulang tahun Joan. Kami senang sekali bisa bawa Joan ke pantai, karena memang udah lama juga kami janji. Malah lebih enak ke Anyer daripada ke Bali, karena di Bali kami sama sekali ngga main pasir di pantai. Mungkin karena ngga ketemu pantai yang enak sih, tapi di Anyer memang puas banget main di pantai bareng Joan. Joan juga keliatan senang main di pantai, biarpun dia masih belum biasa dengan pasir dan air. Udara yang bersih juga jadi enak buat Joan.

Terima kasih Tuhan, sudah memberi kami kesempatan untuk jalan-jalan bareng Joan ke pantai.