Tahukah engkau bahwa Tuhan itu baik?

Ya, judul diatas sengaja dibuat karena kejadian yg baru saja terjadi. Moga-moga posting ini bisa masuk secepatnya ke website kami. Di posting sebelumnya, aku sudah jelaskan kalo aku harus tiba2 ke Medan karena ada yang meninggal. Eva tidak ikut karena Joan demam. Itu hari Jumat malam. Sabtu siang, Joan dibawa ke dokter Dwi, krn kami mau memastikan saja bahwa tidak ada apa-apa, dan pas Sabtu adalah jadwal dokter Dwi. Kalo di tengah minggu, akan lebih susah untuk kami membawa Joan. Ternyata, Dr Dwi minta Joan di opname (di Pondok Indah), untuk pemeriksaan dan obeservasi. Sepertinya dia takut kalo Joan kena pneumonia, yang sudah sering dia jelaskan ke kami sebelumnya.

Aku baru dikasih tau oleh Eva sekitar jam 5 sore, sewaktu aku lagi dalam perjalanan dari Siantar ke Medan. Aku langsung telepon Lion Air untuk mengubah jadwal dari Minggu siang ke Sabtu last flight, tapi ternyata last flight jam 7.30 sedangkan perkiraan kami, kami baru sampai di Medan sekitar jam 7 malam. Jadi, aku harus cari flight lain. Untuk jaga-jaga, aku pindahkan jadwal Lion Air ke Minggu jam 6.30 pagi.

Setelah itu, aku telepon AirAsia. Penerbangan malam mereka ada 2, yaitu jam 8.30 dan 9.30. Tapi sudah tidak bisa pesan via telepon lagi, harus langsung go show di bandara. Kami sampai di Medan sekitar jam 7.30 malam, dan langsung ke rumah. Aku tinggal memasukkan pakaian kotor ke koper, dan langsung pergi ke airport. Sampai di airport jam 7.45, dan awalnya AirAsia bilang hanya boleh beli tiket untuk 9.30, karena check-in untuk 8.30 sudah tutup. Aku jelaskan kalo aku buru-buru karena anakku sakit, dan aku tidak bawa bagasi, jadi tolong banget supaya bisa yang 8.30. Untuk petugasnya baik. Dia kasih aku beli yang 8.30 dengan catatan aku harus langsung ke counter check-in. Ya pasti lah, karena kan memang aku buru-buru.

Di rumah tadi aku sempat pamitan sama Papa, Lisye, Echa dan Rafael. Aku udah pamitan dengan Bang Rudy di Pakam. Jadi, aku tinggal pamitan dengan Mama dan Sam (yang mengantar ke airport), dan langsung check-in. Ternyata, belum boarding, jadi aku masih sempat duduk sekitar 15 menit, sebelum boarding. Dan ternyata juga, pesawat ini sebenarnya bukan jam 8.30, tapi sudah di delay dari jadwal sebelumnya (tapi aku ngga tanya jam berapa).

Sekarang aku ketik ini di pesawat. Mungkin banyak yang bertanya, kok anak sakit berani bilang Tuhan itu baik? Coba deh perhatikan, terlalu banyak kebetulan yang terjadi:
1. Joan kebetulan sakit dekat hari Sabtu, jadi kami bisa bawa ke Dr Dwi.
2. Kami kebetulan pulang cepat dari acara, karena sebenarnya rencana awalnya, kami akan ikut acara gereja dulu jam 4 sore. Seandainya begitu kejadiannya, aku pasti ngga bakalan dapat pesawat malam ini.
3. AirAsia kebetulan delay ke jam 8.30, jadi aku bisa naik di jam tersebut. Seandainya tidak, mungkin aku harus naik jam 9.30 atau bahkan tidak dapat tiket sama sekali.
4. Untung petugas AirAsia nya baik, dan ngasih aku beli tiket jam 8.30.

Jadi, memang Tuhan itu baik. Apapun hasil pemerikasaan Joan besok, aku akan tetap bilang Tuhan itu baik. Karena Dia akan tetap memberikan jalan untuk kita ketika ada masalah yang kita hadapi. Tuhan tidak pernah berjanji bahwa hidup kita akan lepas dari masalah, tapi Dia berjanji bahwa Dia akan selalu membantu kita menghadapi masalah itu. Tuhan memberkati.