Perjalanan ke Penang: Hari ketiga

Hari ini adalah hari perjalanan pulang: Papa Mama ke Medan dan aku ke Jakarta. Tapi kami semua ke Medan dulu naik Sriwijaya, baru setelahnya aku nyambung ke Jakarta naik AirAsia.

Ternyata, ada masalah teknis dengan pesawat Sriwijaya, dan mereka memprediksi baru bisa berangkat sekitar jam 1.30. Padahal, tiket AirAsia ku dari Medan itu jam 1.30. Aku langsung lapor ke petugas Sriwijaya yang di airport Penang, dan minta mereka menghubungi Sriwijaya Medan. Solusi yang mereka berikan adalah aku ganti naik Sriwijaya dari Medan ke Jakarta, tapi aku harus bayar sendiri. Tentu saja aku ngga terima. Aku minta nomor petugas Sriwijaya di Medan, dan aku telepon sendiri. Petugas Sriwijaya di Medan itu namanya Bapak Husnidar yang mengaku sebagai Asisten Supervisor Sriwijaya Distrik Medan. Dia tetap berkeras bahwa walaupun Sriwijaya mengalami keterlambatan, penerbangan lanjutan yang tidak menggunakan Sriwijaya bukanlah tanggung jawab Sriwijaya. Setelah berdebat panjang lebar, dia tetap tidak mau mengubah pendiriannya. Dia bilang, Sriwijaya hanya bertanggung jawab untuk penerbanganku dari Penang ke Medan. Ya sudah, krn aku kesal, aku minta saja pertanggung jawaban Sriwijaya untuk memastikan aku bisa tiba dari Penang ke Medan sebelum jam 1.30.

Akhirnya aku dibantu oleh pihak Sriwijaya Penang, oleh bapak Udanis (dan salah satu staff Sriwijaya, Shahril). Dia mengecek bahwa ternyata masih ada seat untuk penerbangan Penang-Medan oleh Lion Air jam 11.45, yang akan tiba di Medan jam 11.30. Dia yang mengurus semuanya. Aku cukup memberikan ke dia tiket Sriwijaya ku, dan meminjamkan tiket AirAsia Medan-Jakarta ku untuk di-copy sebagai bukti. Akhirnya aku bisa ke Medan naik Lion dan langsung nyambung AirAsia. Satu hal lagi yang aku sadar, ternyata transit dari International ke Domestik di Polonia untuk melelahkan sekali, karena kita harus jalan kaki melalui jalan mobil, karena memang tidak ada connecting nya. Untung saja tidak hujan, walaupun memang panas terik banget.

Setelah semua beres, baru aku cek bagaimana kondisi Sriwijaya. Pesawat yang rusak itu soalnya datang dari Medan ke Penang, jadi aku tanya ke mereka. Ternyata, pesawat itu akhirnya baru take off jam 12.30 dari Medan, yang artinya, baru tiba sekitar jam 2.15 di Penang. Kasian sekali Papa Mama menunggu di Penang 5 jam lebih 🙁

Aku baru cek lagi kondisi Papa Mama setelah udah sampe di Jakarta. Ternyata mereka juga baru tiba. Puji Tuhan, takut juga pesawatnya ngga bisa berangkat lagi. Ternyata semuanya oke hasilnya.

Aku juga untuk pertama kalinya merasakan mendarat di Terminal 3 Cengkareng, krn AirAsia (dan Mandala) sekarang disana. Suasananya sama sekali berbeda dari Terminal 1 dan 2, karena menggunakan desain yg minimalis dan tidak bersekat-sekat. Jadinya mirip Changi Singapura. Cuman memang masih banyak ruang kosong yang sepertinya akan digunakan untuk toko-toko. Yang jadi masalah, Terminal 3 ini belum punya belalai, jadi bakalan report turun naik tangga, dan lebih susah lagi kalo hujan. Trus, posisi terminal taksi nya ngga pake atap, bakal gawat kalo hujan.